AJIBARANG, SATELITPOST-Setelah diberitakan, kisah hidup seorang guru ngaji lumpuh, Sugianto (39) membuat para dermawan prihatin dan tergerak untuk membantu. Silih berganti para dermawan menyambangi rumah Sugi (panggilan akrab Sugianto) di Dukuh Pucung, Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang.

“Sejak beritanya viral, perhatian untuk ustaz Sugi berdatangan. Baik secara pribadi ataupun komunitas dari dalam dan luar kota,” kata Darsim, pendamping keluarga Sugianto, Rabu (6/9).

Kepada SatelitPost Darsim mengungkapkan, bantuan yang diberikan para dermawan bermacam-macam, mulai dari perlengkapan sehari-hari hingga perlengkapan pendukung untuk mengaji seperti buku Iqro serta kitab Alquran. Bahkan ada yang memberikan satu set tempat tidur pasien seperti yang ada di rumah sakit sekaligus penawaran fasilitas pengobatan medis di rumah sakit ternama.

“Untuk fasilitas pengobatan medis masih dipikirkan oleh keluarga, pasalnya sulit membujuk Sugi mendapat perawatan di rumah sakit. Ia masih memikirkan santri-santrinya jika ia harus mondok di rumah sakit,” katanya.

Tawaran perawatan medis sebelumnya datang dari Pemkab Banyumas melalui Dinas Kesehatan yang akan memboyong Sugi ke rumah sakit. Pasalnya peralatan dan tenaga medis yang lengkap akan memaksimalkan perawatan serta pengobatannya. Namun Sugi masih belum mau menerima penawaran tersebut.

“Yang kemarin dari PPPA Daarul Quran Yogyakarta juga sudah datang ke rumah. Mereka juga menawarkan perawatan medis di rumah sakit ternama di Yogyakarta. Kalau Sugi bersedia, rencananya Minggu ini akan dijemput,” kata Darsim.

Saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan dari Sugi bersedia atau tidak untuk dibawa ke rumah sakit. Ia hanya berharap sang mendapat perawatan maksimal agar kondisinya bisa pulih kembali. “Kalau mengajar ngajinya mungkin untuk sementara kalau santrinya bersedia bisa digantiin pengajar lainnya dulu.” ujarnya. (rar)

Komentar

komentar

BAGIKAN