‎PURWOKERTO, SATELITPOST-Intitut Teknologi (IT) Telkom Purwokerto menggelar pelatihan kepemimpinan dan kedisiplinan mahasiswa di auditorium kampus setempat. Kegiatan yang digelar selama dua hari mulai Jumat-Sabtu (8-9/9) menghadirkan pemateri dari Korem 071/Wijayakusuma. Dengan peserta mahasiswa yang tergabung dalam kepanitiaan Ospek.

‎Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IT Telkom Purwokerto, melalui Staff Kemahasiswaan, Zein Hanni Pradana mengatakan, kegiatan pelatihan kepemimpinan dan kedisiplinan tersebut merupakan agenda setiap tahun. Namun, dalam memghadirkan Korem 071/Wijayakusuma baru mulai tahun 2017 ini.

“Kami sengaja menghadirkam Korem 071/Wijayakusuma. Sebab, belajar kepemimpinan dan kedisiplinan utamanya dari militer. Sebelum masuk IT Telkom, dosen dan karyawan pun harus mengikuti pelatihan dari militer dulu,” kata Zein.

Dalam pelatiham tersebut, peserta mendapatkan materi wawasan kebangsaan, kegiatan fisik seperti PBB dan latihan apel. “Namun dikemas dengan outbound. Supaya 18-20 September mendatang, mereka mampu memimpin 560 mahasiswa‎ baru IT Telkom Purwokerto,” katanya.

‎Rektor IT Telkom Purwokerto, Dr Ali Rokhman MSi mengatakan, ‎tidak lama lagi Indonesia akan menghadapi tahun 2045, di mana kemerdekaan Indonesia akan menginjak usia 100 tahun. Karena itu, kata dia, pemuda saat ini harus mulai menghargai kedisiplinan. Sebab, kedisiplinan dan kepemimpinan sangat penting dimiliki. “Kalian yang akan menjadi pemimpin di tahun 2045 nanti. Sehingga, harus mulai disiapkan kepemimpinan sejak sekarang,” kata Ali kepada para mahasiswa IT Telkom Purwokerto.

Sebab, negara yang maju menurut dia, adalah negara yang mempunyai kedisiplinan tinggi. Kedisiplinan menurut dia membuat setiap orang menjadi jujur. “Mudah-mudahan kita bisa meniru negara maju. Karena orang yang sukses adalah orang yang belajar dari orang yang lebih sukses,” katanya.

IT Telkom Purwokerto sengaja memberikan materi tersebut. Sebab menurut dia, IT Telkom Purwokerto mendidik mahasiswa tidak hanya menyiapkan hard skill saja, tapi juga soft skill. Karena, soft skill sangat diperlukan, sebagai modal.

Sementara itu, satu pemateri dalam pelatiham tersebut, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 071/Wijayakusuma, Mayor CBA (K) Rr Sri Harjani Estri Dwi Asmoro SSos berharap melalui materinya, mahasiswa semakin bijak dalam menggunakan sosial media. Baik dalam mengunggah suatu berita atau pun yang lainnya.  “Artinya masih dalam koridor wajar. Karena‎ kan sudah ada UU ITE,” kata Roro.

Terlebih, sosial media membuat banyak orang menjadi latah mengikuti tren. ‎Dengan materi tersebut, ia berharap mahasiswa memiliki karakter sebagai jati diri bangsa Indonesia, yang santun, tepo sliro dan lainnya.

“Sebaiknya mahasiswa mulai bijak dalam memanfaatkan sosial media. Bisa untuk ajang bisnis atau hal positif lainnya. Jadikan HP menjadi rumah yang positif, jangan malah yang mengakibatkan ke penjara,” katanya. (alf)

Komentar

komentar