Ilustrasi

PURWOKERTO, SATLITPOST-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas menyatakan tidak pernah membuka dan memberikan izin lokalisasi di Banyumas, termasuk yang disebut dengan Gang Sadar. Karena itu, Pemkab Banyumas juga menyatakan tak bisa menutup Gang Sadar.

Fatikhul Iksan, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemkab Banyumas mengatakan, nama Gang Sadar terjadi secara alamiah dan terpantau bukan sebagai lokalisasi, namun kompleks kos-kosan. “Pemkab tidak pernah membuka, kok menutup. Apalgi asal menutup. Kami koordinasikan semua terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait,” kata Fatikhul, Jumat siang (12/1).

Ia mengatakan, praktik prostitusi bisa jadi justru terjadi di hotel-hotel, bukan di kompleks kos Gang Sadar yang selama ini terpantau oleh Pemkab Banyumas. Dalam pantaun Pemkab Banyumas, kata dia, tidak terjadi tindakan asusila di kompleks tersebut. Meskipun demikian, ia juga tidak bisa memastikan Gang Sadar hanya jadi tempat kos pelaku seks komersial.

“Tidak terjadi di situ, di hotel-hotel. Yang kami tahu itu kompleks kos. Usulan dari MUI masih kami bahas bersama,” kata dia.

Sedangkan menurut Kesbangpol Banyumas, rencana penutupan Gang Sadar masih tahap awal, dan terlalu dini jika memutuskan akan ditutup. Menurutnya, MUI, Polres dan Pemkab Banyumas serta sejumlah tokoh akan membuat pertemuan bersama dengan semua pihak, termasuk dengan paguyuban di Gang Sadar.

“Masih awal ini, terlalu dini memutuskan ditutup. Kami akan duduk bersama dengan yang mengusulkan, MUI. Membahas bersama dengan Polres, dengan tokoh-tokoh, pelaku wisata, paguyuban di Gang Sadar dan akademisi. Harus menyeluruh,” kata dia. (kim)

Komentar

komentar