BANJARNEGARA, SATELITPOST-Terbukti telah menguras uang di tabungan milik temannya sesama calon tenaga kerja Indonesia saat di penampungan, PN (41) warga Desa Leksono Kabupaten Wonosobo akhirnya dipulangkan paksa oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia.

Kapolres Banjarnegara, AKBP Saiful Anwar melalui Kasat Reskrim, AKP T Sapto Nugroho mengatakan, PN langsung dibawa ke Polres Banjarnegara setelah dijemput di Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami cegat di pintu kedatangan setelah dapat kepastian tersangka PN pulang. Saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Banjarnegara,” katanya, Jumat (9/6).

Menurut Kasat Reskrim, kasus tersebut ditangani Polres Banjarnegara menyusul laporan Jumiati, warga Wanayasa yang uangnya diambil PN. Tersangka juga sudah mengakui perbuatannya kepada agen yang memberangkatkannya.

“PN dipulangkan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena telah mengambil uang milik Jumiati, Mei lalu,” ujar Kasat Reskrim.

Perbuatan PN ketahuan setelah Jumiati, pemilik kartu ATM menyadari jika ATM yang dipegangnya selama ini bukan miliknya. Setelah berkordinasi dengan Bank penerbit kartu ATM, Jumiati mengetahui bahwa tabungannya sudah berkurang Rp 144 juta lebih.

“Uang di rekening itu sudah beberapa kali ditarik tunai melalui mesin ATM oleh PN. Tersangka ini tahu nomor PIN ATM itu, karena pernah dimintai tolong oleh Jumiati untuk mengambilkan uang saat sama-sama dalam penampungan,” ujarnya.

Jumiati menyadari uangnya habis, saat hendak mengirim uang kepada anaknya. Dia mengaku kaget, karena mendapati keterangan saldo tidak mencukupi.

“Uang yang tersisa di tabungan hanya Rp 10 juta lebih. Kartu ATM yang dipegang selama ini ternyata milik Khotiyah, entah warga mana,” kata Jumiati.

 

PN Terlilit Hutang

Menindaklanjuti laporan Jumiati, Sat Reskrim Polres Banjarnegara kemudian melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan diketahui, bahwa PN ternyata berada di Malaysia. Setelah berkoordinasi dengan PJTKI, agen TKI di Malaysia, hingga Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (30/5) lalu, PN yang telah mengakui perbuatannya dipulangkan ke Indonesia.

Kepada wartawan dihadapan polisi, PN mengaku menguras uang tabungan milik Jumiati karena terhimpit hutang dan membayar kos-kosan saat di Jakarta.

“Saya tidak ingat berapa kali mengambil uang dari ATM. Saya sebenarnya siap bertanggungjawab mengembalikan uang itu, setelah saya mendapatkan gaji di Malaysia,” katanya.

Akibat perbuatannya, PN dijerat dengan pasal 362 KUHP dan terancam hukuman penjara minimal 5 tahun.(gatotgat@yahoo.com)

Komentar

komentar

LEAVE A REPLY