PURBALINGGA,SATELITPOST – Aksi kekejaman yang terjadi di Rohingya mengundang keprihatinan berbagai masyarakat di Indonesia. Tidak kecuali dengan masyarakat di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Rabu (6/9), bertempat di Aula Kesbangpol Purbalingga, Forkompinda dan berbagai elemen masyarakat di Purbalingga menggelar kegiatan aksi pernyataan sikap.

Namun demikian, dalam pertemuan tersebut, disampaikan larangan warga Purbalingga untuk berangkat ke Magelang untuk mengikuti aksi seretak yang rencananya akan dilaksanakan Jumat (8/9) mendatang. Kapolres Purbalingga AKBP Nugroho Agus Setiawan mengatakan, apapun agamanya, kejadian di Rohingya membuat seluruh dunia prihatin. Namun demikian, pihaknya mengajak agar ormas-ormas di Purbalingga jangan menjadikan konflik Myanmar dibawa ke Indonesia dan dibenturkan ke ranah agama.

“Upaya dari pemerintah sudah jelas dan mengirim perwakilan dan mengirim bantuan ke sana dan umat Buddha di Indonesia juga sudah menyatakan sikap telah mengutuk tragedi di Myanmar. Tapi pihak kepolisian tidak memberikan izin aksi peduli Rohingya digelar di Candi Borobudur karena candi itu merupakan tempat wisata dan tempat ibadah. Apabila aksi tetap dilaksanakan akan ada  konsekuensinya,” katanya.

Senada dengan Polri, Pasi Intel Kodim 0702 Purbalingga, Kapten Khasan menyampaikan imbauan dari Panglima Kodam, yang intinya mengajak semua ormas untuk berdoa untuk keselamatan etnis Rohingya di daerah masing-masing. “Kami mengimbau untuk ormas tidak mengirimkan masa ke Magelang. Mari bersama-sama menjaga situasi kondisi di Kabupaten Purbalingga,” ujarnya.

Selain Polri dan TNI, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas), serta MUI, tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Purbalingga.

Sementara itu, Ketua FKUB Purbalingga Muhammad Noer Isja mengatakan, menjaga kerukunan antar umat beragama sudah menjadi komitmen awal FKUB. Sedangkan terkait adanya peristiwa tersebut, FKUB sudah memberikan pemahaman ke masing-masing perwakilan agama. Pihaknya juga tidak akan membela kelompok yang salah. Kegiatan untuk mendoakan saudara di Rohingya juga akan dilakukan karena hal itu sudah menjadi kewajiban.

” Menindaklanjuti keinginan dari pemerintah, nanti kita laksanakan doa bersama di masing-masing wilayah untuk mendoakan korban di sana (Rohingya),” kata Mohammad Noer.

Pengurus PD Muhammadiyah M Muzny Tanwir mengatakan, pihaknya terus mengajak warga Muhammadiyah untuk bersifat dewasa dan jangan asal ikut-ikutan demi keselamatan bersama. “Saya juga berharap kepada rekan-rekan nonmuslim, insyaallah seiya sekata dan tidak ada keraguan untuk menjaga keamanan Kabupaten Purbalingga,” katanya.

Kesbangpol Purbalingga, Mohammad Najib mengatakan, pernyataan sikap tersebut digelar untuk menjaga situasi Kabupaten Purbalingga tetap kondusif.

Hadir pula pada kegiatan itu, Kasat Intel Polres Purbalingga AKP Siswoto, Kasat Binmas Polres Purbalingga AKP Purwoko S, Kepala Intel Lanud JB Soedirman Kapten Sus M Faisal I Pulungan, Pasi Intel Yonif 406 Candrakusuma Lettu Inf A Karno, Syarifudin dari Kemenag Purbalingga, Aris Hendro R dari Bagian Pemerintahan Setda, Haryanti dari Bagian Kesra Setda, Fafis S dari Kokam Purbalingga, dr Sutanto dari LDII Purbalingga, dan Dewi Rusniati dari perwakilan agama Khonghucu.

Diketahui, diskriminasi dirasakan etnis Rohingya di Myanmar. Banyak warga mereka mengungsi karena diserang dan didiskriminasi oleh pihak pemerintah Myanmar. (min)

Komentar

komentar

BAGIKAN