KONI Banyumas: Gagal Masalah Nasib

Tak Capai Target di Porprov

KETUA KONI Kabupaten Banyumas Bambang Setiawan memberikan keterangan kepada awak media terkait perolehan emas usai kejuaraan Porprov 2018 di Umaeh Inyong Resto Purwokerto, Jumat (26/10/2018). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH.

PURWOKERTO, SATELITPOST-Ucapan permintaan maaf menjadi yang pertama kali terlontar dari pengurus KONI Banyumas dalam penyampaian pernyataan atas hasil yang diperoleh kontingen Banyumas, Jumat (26/10/2018). Dengan dukungan dana yang besar, KONI tak mampu menjawab ekspektasi masyarakat untuk bisa mendapat 100 medali emas sesuai yang ditargetkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018.

“Pertama-tama kami, KONI Banyumas dan Panitia Porprov menyampaikan permohonan maaf seikhlas-ikhlasnya kepada seluruh masyarakat Banyumas atas hasil yang kami raih. Kami memang mencanangkan untuk merebut 100 emas, seperti data yang sudah ada, hanya 50 emas yang kita dapat,” kata Ketua KONI Banyumas, Bambang Setiawan.

Menurutnya, target 100 medali emas ini sangat mungkin didapat, dengan alasan dari perolehan medali, yakni 50 emas, 46 perak masuk final dan 70 perunggu, 166 atletnya bisa mencapai tahap final. “Hanya masalah nasib yang belum tercapai, kita tentunya sudah berusaha habis-habisan,” katanya.

Kegagalan ini, kata dia, ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Di antaranya pada masalah pembinaan yang berujung pada prestasi, masalah pendanaan yang bukan hanya untuk Porprov saja, tetapi juga untuk pembinaan dan pembelian alat sarpras. “Kita juga melakukan sentralisasi dan desentralisasi, tahun 2018 kita beli alat-alat latihan dan digelontorkan pada cabang-cabang,” katanya.

Dari total dana hibah yang didapat KONI sebanyak Rp 28 miliar, Bambang menjelaskan, saat ini masih tersisa sekitar Rp 10 miliar. Dana ini, lanjutnya, akan diperuntukkan untuk tali asih kepada para peraih medali dan pelatih.

Ia menjamin, berapapun dana yang diserap untuk tali asih, selebihnya akan dikembalikan ke kas daerah. “Kita akan hitung dulu, dengan perolehan medali itu. Yang menjadi soal, seperti bagaimana nilai sekeping emas ini akan diberikan kepada 22 pemain bola, misalnya, kemudian belum lagi untuk pelatih,” katanya.

Wakil Ketua KONI, Suritno juga menyampaikan hal yang sama dengan menyatakan permohonan maafnya. Ia menjelaskan, penentuan target 100 emas yang dicanangkan merupakan hasil dari rangking dan try out yang cukup bagus dan juga atas masukan dari setiap pelatih.

Litbang KONI, Nanang HK mengatakan tidak tercapainya target, dikarenakan skuat yang dibawa merupakan atlet-atlet yang masih junior. “Atlet yang berlaga pada porprov sebelumnya sudah tidak lagi berlaga,” katanya.

Ia juga menyalahkan panitia dengan adanya perubahan aturan terkait persyaratan atlet yang bisa mewakili daerahnya. “Kita akan lebih berkoordinasi dengan cabor, karena kita sudah dapat dukungan yang luar biasa tetapi tidak bisa mencapai apa yang diinginkan,” katanya. (nns)