Limbah Membawa Berkah

Kala itu, warga Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas cemas. Setiap pembuatan tahu, muncullah limbah cair tahu yang mengandung gas berbahaya. Dari limbah cair tahu itu, karbondioksida, metana, sulfur, dan amoniak bahu-membahu mencemari lingkungan.

Kebingungan pun melanda warga desa. Hingga kemudian, Kementerian Ristek dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak. Pada tahun 2012, dibangunlah tabung-tabung besar pengolahan limbah cair tahu.

Lalu, berdiri kokohlah, enam tabung besar berwarna biru di sekitar permukiman warga. Dari situ, warga kemudian menikmati saluran gas. Warga di desa tersebut kini menikmati api biru hasil pengolahan limbah tahu. Sebanyak 250 pengrajin tahu dan tinggal menunggu waktu untuk menjadi desa mandiri energi.

Di sekeliling enam tabung besar itu, juga terdapat tabung pengolahan dan kolam penampungan. Kompleks tersebut merupakan intalasi pengolahan air limbah (IPAL) industri tahu.