Target Medali Banyumas Meleset

Digelontor Dana Rp 28 M Ajang Porprov 2018

logo satelitpost

PURWOKERTO,SATELITPOST-Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng di Solo telah resmi ditutup, Kamis (25/10/2018). Banyumas, yang sebelumnya menargetkan 100 emas, hanya mampu membawa pulang setengahnya. Dengan 50 emas ini, Banyumas hanya menempati peringkat lima. Kota Semarang berhasil menyabet juara umum disusul Kota Surakarta, kemudian Kabupaten Kudus dan Grobogan. Untuk Porprov kali ini Banyumas digelontor dana Rp 28 miliar.

Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkab Banyumas, Sutarno mengatakan, untuk memberi dukungan penuh dalam ajang Porprov tahun ini, Pemkab Banyumas mengalokasikan anggaran kepada KONI Banyumas sebesar Rp 28 miliar.

“Total anggaran hibah untuk KONI tahun ini sebesar Rp 28 miliar lebih. Sebelum perubahan, total anggarannya Rp 26,8  miliar, namun minta tambahan lagi Rp 1,5 miliar. Ini karena ada target ingin meraih 100 emas sehingga pemkab memberi dukungan penuh,” katanya, Kamis (25/10/2018).

Dana hibah ke KONI Banyumas, kata dia, disalurkan lewat Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata dengan besaran anggaran sesuai dengan usulan proposal dari  induk organisasi olahraga di daerah ini. “Karena ada Porprov jadi anggarannya naik cukup besar. Kalau alokasi normal hanya Rp 4,6 miliar,” katanya.

Anggaran itu, kata dia, direalisasikan karena ada proposalnya. Nantinya, jika masih ada sisa harus dikembalikan ke kas daerah, dan harus ada laporan pertanggungjawabannya. Menurutnya, hal ini sudah disetujui oleh Bupati dan DPRD.

“Namun jika dibandingkan dengan dana hibah untuk Pramuka, diakui jumlahnya sangat berbeda jauh. Tahun ini, total anggaran dana hibah untuk KONI dan Pramuka sekitar Rp 30 miliar lebih. Khusus untuk KONI total Rp 28 miliar lebih, sisanya untuk Pramuka,” katanya.

Jika dibandingkan dengan dana hibah untuk Pilkada Banyumas lalu, nilainya juga masih besar untuk KONI. KPU banyumas mendapat alokasi hibah sebesar Rp 22,4 miliar. Sisa anggaran yang tidak dibelanjakan, dan dikembalikan ke kas daerah sebesar Rp 4,9 miliar.

Sutarno mengatakan, karena tidak bisa memenuhi target 100 emas, ada potensi sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) dari APBD 2018. Sebab perolehan emas juga bagian dari realisasi anggaran. Namun untuk operasional lainnya, selain tali asih atau bonus bagi penerima emas,  kata dia, bisa saja habis digunakan, tergantung kelengkapan berkas SPJ.

“Potensi silpa bisa besar, jika realisasi di bawah target seperti yang dianggarkan. Contoh, tali asih untuk peraih emas semisal Rp 60 juta. Kemudian dapatnya 30 medali emas, maka 70 dikalikan Rp 60 juta, jadi Rp 4,2 miliar kembali menjadi potensi silpa,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinporabudpar Pemkab Banyumas, Aziz Kusumandani mengatakan, pihaknya hanya sebagai penyalur anggaran saja. Pengguna anggaran tetap di KONI. Posisi keuangan berada di BKD dan disalurkan langsung ke rekening KONI.

“Yang tahu rincian detail penggunaan dana hibah untuk apa saja, itu ada di KONI. Anggaran Rp 28 miliar lebih, itu global, termasuk untuk beli alat-alat pendukung dan ini  harganya juga cukup mahal. Begitu pula untuk bonus atau tali asih bagi atlet peraih emas,” katanya.

Aziz mengatakan, untuk memberikan dukungan dan semangat kontingen Banyumas, hampir semua OPD juga dikerahkan berangkat ke Solo, menyesuaikan dengan jadwal pertandingan dari cabang yang didampingi. Namun untuk anggaran operasional dari pimpinan OPD dan staf yang berangkat tidak ikut didanai dari dana hibah KONI.

“Itu (operasional) masuk ke OPD masing-masing. Ini hanya pakai SPPD saja, sesuai dengan cabang yang didampingi bertanding,” katanya. (anas@satelitpost.com)