KADES Pandak Rasito (berbaju batik) mendatangi rumah warga yang terkena demam berdarah, Kamis (3/1).ISTIMEWA
KADES Pandak Rasito (berbaju batik) mendatangi rumah warga yang terkena demam berdarah, Kamis (3/1).ISTIMEWA

BATURRADEN, SATELITPOST-Sebanyak 25 warga Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas terkena demam berdarah (DB). Jumlah tersebut adalah akumulasi kejadian mulai Minggu (30/12/2018) sampai Kamis (3/1/2019).

 

Kepala Desa Pandak, Rasito menjelaskan dari 25 orang tersebut 17 di antaranya sedang dirawat di Rumah Sakit TNI (RST) Wijayakusuma, Purwokerto. Sedangkan yang lainnya berada di rumah masing-masing. “Besok (hari ini, red) akan ada gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan pengasapan yang dihadiri Pak Bupati,” ujarnya kepada SatelitPost, Kamis (3/1).

 

Rasito mengatakan, kejadian itu bermula pada Minggu (30/12/2018). “Kebanyakan yang terkena DB adalah warga RT 1, beberapa warga RT 2 dan RT 3. Seluruhnya berada di wilayah RW 2,” katanya.

 

Rasito menambahkan dugaan serangan DB tersebut cukup cepat. “Pada Minggu kemarin, ada satu rumah yang terdiri dari bapak dan dua anaknya yang terkena DB mereka kemudian dirawat di Rumah Sakit TNI Wijayakusuma, kemudian setelah sekeluarga itu terdampak, tetangga keluarga tersebut juga ada yang terkena DB,” ujarnya.

 

Dia mengatakan, pihaknya sudah menyambangi rumah-rumah warga yang diduga terkena DB bersama dengan petugas Puskesmas, anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas. “Kami juga melakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN, red),” ujarnya.

 

Sementara itu Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, pihaknya memang sudah mendapati informasi tersebut dan sudah melakukan penyelidikan epidemologi DB di Desa Pandak. “Dari penyelidikan itu nanti akan menghasilkan kesimpulan, apakah yang dirawat itu orang yang kena DB. Kadang-kadang kita yang tidak paham kemudian masyarakat umum langsung menyimpulkan kalau itu DB, kita lacak hasil laboratoriumnya dulu itu mengarah ke DB atau tidak,” kata dia.

 

Pihaknya tengah mencari informasi di rumah sakit tempat warga Pandak dirawat. Hal itu untuk melakukan pengecekan para pasien tersebut, apakah terjangkit DB atau tidak. “Laporan secara khusus memang belum sampai ke saya, insyallah hari ini (kemarin, red) sudah ada, biasanya kalau bukan DB itu kan penyakit panas biasa,” kata dia.

 

Di musim sekarang ini, menurut Sadiyanto memang masyarakat harus lebih wasapada, karena memang musim seperti sekarang menjadi musim favorit bagi nyamuk. “Pencegahan DB itu tidak hanya oleh dinas kesehatan saja, harus ada sengkuyung dari lapisan masyarakat, melakukan PSN dengan semangat lagi, itu paling murah praktis bisa dilakukan siapa saja,” ujarnya.

 

Diketahui, DB disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk tersebut lebih sering menggigit jelang siang sampai siang hari. Satu gigitan Aedes aegypti dapat membuat manusia terkena DB. (sandi@satelitpost.com)