4 Bulan Beraksi di Jalanan, Pesulap Asal Ajibarang Show di 9 Negara

PAK SABAR, pesulap asal Ajibarang melakukan aksi sulap di jalanan Bangkok, Thailand beberapa waktu lalu.
PAK SABAR, pesulap asal Ajibarang melakukan aksi sulap di jalanan Bangkok, Thailand beberapa waktu lalu.

Jalan-jalan keliling dunia pasti menjadi impian banyak orang. Namun tidak semua orang punya nyali besar untuk berpetualang keliling dunia sendirian seperti yang dilakukan Hari Suharno (43), seorang pesulap asal Ajibarang, Banyumas.

 

Hari atau yang lebih dikenal dengan nama Pak Sabar ini mulai berangkat dengan tujuan perdana negara Malaysia pada September tahun 2017 lalu. Selanjutnya ia mulai mengenalkan sulap jalanan di  Singapura, Thailand, Jepang, Paris, Belanda, Rpeublik Ceko, Hungaria, dan Turki. “Kurang lebih sekitar 4 bulan sudah 9 negara yang saya kunjungi,” katanya, Selasa (11/9).

 

Petualangan pria kelahiran ‎26 Desember 1975 silam ini diawali dari ambisi dan cita-citanya yang ingin keliling dunia dengan sulap sejak 10 tahun lalu. Keinginanya untuk berkeliling dunia ini sempat terganjal pada tahun 2008 lalu. Pak Sabar ditolak oleh Imigrasi bandara Adisutjipto Yogyakarta karena dianggap tidak layak pergi ke luar negeri. Tiket pesawat yang hanya mampu dibeli untuk sekali jalan saja membuat pihak Imigrasi menyangsikan kepergian Pak Sabar. Terlebih lagi, pesulap jalanan ini tidak memiliki uang banyak yang bisa ditunjukkan sebagai jaminan dirinya bisa kembali ke negara asalnya lagi.

 

“Pihak Imigrasi takut saya tidak bisa pulang dan akhirnya menjadi penduduk ilegal. Jadi saya ditolak pergi. Sampai sekarang tiket pertama saya itu saya simpan sebagai kenang-kenangan,” katanya.

 

Menginjakkan kaki di negara orang ternyata tidak semudah yang ia bayangkan, apalagi dirinya tidak memiliki keahlian bahasa negara yang dikunjungi. Alhasil, selama di negara-negara tersebut ia hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa tubuh dan isyarat. Tapi itu tidak membuatnya patah semangat, meski hanya berbekal uang dari hasil sulap jalanannya, Pak Sabar sangat menikmati petualangannya ini.

 

“Saya tidur di sembarang tempat, kadang di emperan pertokoan, kalau lagi dapat uang banyak baru tidur di hostel yang murah. Nah yang jadi masalah justru makanannya. Lidah saya kurang cocok dengan makanan orang luar negeri,” ujarnya lalu terbahak.

 

Meski demikian, pengalaman tersebut belum membuatnya puas mengenalkan sulap jalanan ala Indonesia yang sudah menjadi pekerjaan Pak Sabar selama puluhan tahun ini. Rencananya, ia akan kembali berpetualang untuk memenuhi angan-angannya selama ini.

 

“Cita-cita saya bisa menginjakan kaki di 5 benua. Kalau benua Asia, Eropa, dan Amerika tahun ini Insyaallah bisa terwujud, karena tanggal 20 September ini saya akan berangkat ke Eropa dan Amerika selatan, terutama ke Suriname yang nenek moyang penduduknya dari Indonesia,” kata Pak Sabar.

 

Sementara untuk dua benua lainnya, yakni Afrika dan Australia juga tak lama lagi juga bakal didatanginya. Ia menyakini, impian yang dibarengi dalam doa dan usaha pasti bisa terwujud dengan kesabaran. “Akhir dari petualangan ini, impian  saya bisa bertemu dengan David Copperfield,” katanya. (rar)