PETUGAS RSUD Banyumas memberikan hak suaranya di tempat kerjanya, Rabu (17/4).

BANYUMAS, SATELITPOST-Sebanyak 72 pasien instalasi perawatan gangguan jiwa dipastikan tidak ada yang menyalurkan hak pilihnya pada Pileg dan Pilpres 2019 ini. Mereka tidak memiliki formulir A5 sebagai syarat pindah memilih di luar domisili.

 

“Tidak ada pihak keluarganya yang mengurus form A5, karena mereka di sini kan tanpa didampingi keluarga atau kerabatnya,” kata Kepala Bagian Administrasi RSUD Banyumas Adi Aryanto ditemui SatelitPost di sela-sela pemungutan suara di rumah sakit tersebut, Rabu (17/4).

 

Padahal, lanjut dia, jika ada pasien gangguan kejiwaan yang akan menyalurkan hak suaranya terdapat  fasilitas TPS yang disiapkan bagi pasien RSUD Banyumas termasuk TPS khusus bagi pengidap gangguan kejiwaan. Dalam pemilu kali ini RSUD Banyumas di-cover 8 TPS  Desa Kedunggede dan 8 TPS Desa Kejawar.

 

“Ada 116 pemilih yang kami data. Rinciannya 89 petugas rumah sakit dan 27 sisanya terdiri dari pasien rawat inap serta penunggu pasien,” katanya.

 

Sementara, Ketua KPPS 15 Kejawar Gatot Subekti mengatakan, untuk melayani 58 pemilih di RSUD Banyumas pihaknya menurunkan 8 TPS yang dibagi menjadi beberapa tim.

 

“Karena dibagi dua dengan Desa Kedunggede, kami hanya melayani 58 pemilih. Tidak ada kendala berarti dalam prosesnya. Hanya tadi yang seharusnya mulai jam 11.00 WIB sempat molor karena mempersiapkan logistik,” katanya. (rar)