KELUARGA menunjukkan foto korban bocah tenggelam di aliran Sungai Serayu, Desa Wlahar Kulon, Patikraja, Banyumas, Senin (29/1)SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PATIKRAJA, SATELITPOST-Anak yang tenggelam di Sungai Serayu DA (10), warga Desa Sokawera RT 3 RW 4, Kecamatan Patikraja akhirnya ditemukan oleh saudaranya 100 meter dari lokasi anak tersebut hilang. Dari tubuh anak tersebut tidak ditemukan luka yang cukup serius, hanya beberapa luka lecet, Senin (29/1).

Keterangan Karsudi (45), Pakde korban yang merupakan warga Desa Cinangsi RT 5 RW 6, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap yang memang sengaja datang ke rumah korban karena dikabari jika korban hanyut di sungai. “Saya datang ke sini semalam. Tadi sekitar pukul 10.30 WIB, saya jalan-jalan ke tempat terakhir tenggelam,” kata dia.

Setelah berjalan sekitar 100 meter dari lokasi DA tenggelam, Kursudi melihat sebuah benda hitam mengambang tersangkut sebuah kayu yang berada di pinggir sungai. Dirinya merasa curiga hingga kemudian mengundang saudara lainnya. Alangkah terkejutnya ketika didekati ternyata sesosok benda hitam tersebut merupakan DA yang tenggelam. “Diangkat langsung sama saudara saya, dan dibawa langsung ke rumah sini,” ujarnya.

Karsudi mengaku DA merupakan anak yang baik, dirinya tidak menyangka jika hidup DA akan berakhir dengan cara tenggelam. Dirinya hanya berdoa agar DA bisa diterima di sisi Allah SWT.

Menurut Koordinator Tagana Banyumas, Adi Candra membenarkan bahwa jenazah AD sudah ditemukan oleh saudaranya. “Kami sudah melakukan kurang lebih selama 18 jam, dari mulai lokasi kejadian sampai ke bendung gerak Serayu. Ternyata ditemukan 100 meter dari lokasi kejadian,” kata dia.

Adi menceritakan, awal mula AD terhanyut dari sungai, sekitar pukul 16.30 WIB, DA bersama dengan dua temannya bermain di dipo pasir Desa Wlahar Kulon. Namun, karena korban tidak pandai berenang akhirnya tenggelam dan terbawa arus Sungai Serayu.(san)