PURWOKERTO, SATELITPOST-Seorang bayi berusia satu tahun terkena peluru senapan angin di Desa Karangpetir RT 5 RW 2, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Akibat peluru tersebut, korban mengalami koma dan dibawa ke PKU Muhammadiyah Gombong, Rabu (1/8/2018).

Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK melalui Kapolsek Tambak, AKP Embar Yuliono membenarkan adanya kejadian tersebut. “Itu karena nyasar pelurunya. Saat ini pemilik senapan masih diperiksa oleh kami. Sedangkan korbannya masih dirawat di PKU Muhammadiyah Gombong dan masih koma,” kata dia.

Bayi berumur satu tahun yang tertembak itu berinisial Fit. Dia adalah warga Desa Watuagung RT 5 RW 5, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Kronologi insiden itu terjadi pada Rabu (1/8) pukul 11.45.

Kala itu, Fit dibawa kedua orangtuanya ke sebuah warung mi ayam di Desa Karangpetir, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Kedua orangtua Fit memesan mi ayam dan bakso.

Setelah pesanannya datang mereka kemudian menyantap bakso di dalam warung, Fit ditempatkan duduk paling kiri dalam pangkuan sang ayah, Suyatno. Hingga kemudian sang ayah mendengar letusan senapan angin dan melihat anaknya sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Darah mengucur di bagian belakang kepala Fit, tepatnya di belakang telinga bagian kiri.

Merasa terkejut, kemudian Suyatno keluar dari warung dan melihat di belakang warung ada Ahmad Nurjan (35), yang sedang memegang senapan angin. “Dari keterangan sementara katanya senapan angin itu macet, kemudian meletus saat larasnya mengarah ke warung dan peluru sempat menembus diding warung yang terbuat dari papan kayu,” kata Kapolsek Tambak, AKP Embar Yuliono.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sepucuk senapa angin merk Sharp BC Clasico yang diduga digunakan oleh Ahmad Nurjan. “Kami masih melakukan pemeriksaan terkait kasus ini,” katanya.

Sementara, atas insiden itu, orangtua membawa Fit ke Puskesmas 1 Tambak. “Kemudian dirujuk ke PKU Muhammadiyah Gombong,” ujar ayah Fit, Suyatno kepada pihak kepolisian.(sandi@satelitpost.com)