PECANDU narkoba melakukan proses rehabilitasi di klinik Pratama Sehat BNNK Cilacap, belum lama ini

CILACAP, SATELITPOST-Pecandu narkoba, psikotropika dan juga keluarganya seringkali kebingungan untuk bisa menyembuhkan diri dari ketergantungan narkoba. Namun, kini masyarakat tidak usah khawatir, karena ada Klinik Pratama Sehati milik Badan Narkotika Nasional Kabupaten Cilacap, yang siap memberikan rehabilitasi secara gratis.

 

Klinik Sehati ini berada di komplek kantor BNNK Cilacap. Sejak berdiri pada Maret kemarin, sampai saat ini sudah ada sebanyak tujuh orang yang datang secara sukarela untuk direhabilitasi. Ironisnya, dua di antaranya merupakan anak di bawah umur, masih usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

 

Mereka yang masih di bawah umur ini, menggunakan komik, dextro, zolam. Mereka mendapatkan barang-barang tersebut biasanya membeli dengan patungan dengan teman lainnya. Barang-barang tersebut juga didapatkan dari warung-warung.

 

“Kami di sini memberikan penekanan ke semuanya, mulai berusaha membantu menyelesaikan masalah setiap klien, bagaimana menurunkan dosis pemakaian sampai mereka bersih dan tidak memakai lagi,” ujar Dokter Klinik Sehati dr Septi Pramurdowardani.

 

Rehabilitasi kepada para mereka yang sudah mencandu narkoba ini, kata dia, harus didukung sepenuhnya oleh keluarga. Karena kebanyakan mereka yang menggunakan narkoba, maupun psikotropika ini memiliki hubungan keluarga yang rapuh. “Kita di sini bukan hanya merehab keluarga ini agar berfungsi menjadi keluarga normal atau istilahnya hubungan dengan anak baik,” katanya.

 

Penyebaran pasiennya, kata dia, bukan hanya dari Cilacap kota saja, tetapi juga sudah ke daerah pinggiran, seperti Adipala, Wanareja, Sidareja. Masih banyaknya pencandu di luar sana, membuat BNNK Cilacap akan terus melakukan penjangkauan melalui sosialisasi.

 

Kapala BNNK Cilacap Triatmo Hamardiono mengatakan selama ini BNNK bekerjasama dengan RSUD Cilacap, RSUD Majenang, Klinik Kalina Sidareja, dan akan merambah ke PKU Muhammadiyah Sampang. Akan tetapi, di RSUD hanya disiapkan waktu tertentu, pada hari Sabtu.

 

Sehingga dengan adanya Klinik Pratama Sehati di BNNK Cilacap ini bisa memberikan rehabilitasi kepada masyarakat di hari lainnya, terutama hari kerja, Senin sampai Jumat.

 

“Selama ini untuk di RSUD disediakan waktu hari Sabtu, karena pasien ini khusus, dan tidak mau bercampur dengan lain. Dengan klinik ini, maka menutup kekosongan itu, dan buka setiap hari kerja,” katanya.

 

BNNK menargetkan ada sebanyak 10 orang yang melakukan rehabilitasi di Klinik Sehati ini. Mereka yang direhablitasi ini, kata dia, bisa saja hasil tangkapan dari BNNK maupun Polisi, razia atau yang datang sukarela. Di tahun 2019 ini, dari sebanyak 7 orang yang direhabilitasi seluruhnya datang dengan sukarela.

 

Pelayanan rehab yang diberikan dengan rawat jalan, akan tetapi jika berdasarkan asasmen memerlukan tindakan maka akan ditindaklanjuti dengan dirujuk ke tempat rehabilitasi di Lido, atau di Banyumas, bahkan di Magelang. “Di sini yang masih bisa rawat jalan, kalau berdasarkan asesmen memerlukan tindakan lebih lanjut maka dirujuk ke Lido atau Purwokerto atau Magelang,” ujarnya.

 

“Biayanya gratis. Di sini ada dokter penangungjawab dan dokter pelaksana, konselor, psikolog yang setiap hari ada. Mereka yang menangani ini sudah memiliki keahlian khusus dengan mengikuti pelatihan konsep dasar adiksi,” katanya.

 

BNNK berharap masyarakat yang keluarganya mengalami kecanduan, dan ingin direhabilitasi bisa datang ke Klinik Sehati BNNK Cilacap.

 

Berdasarkan data dari BNNK Cilacap pecandu narkoba yang direhabilitasi sejak tahun 2015 ada sebanyak 29 orang, tahun 2016 sebanyak 29 orang, tahun 2017 sebanyak 23 orang, tahun 2018 sebanyak 31 orang. Mereka yang direhabilitasi ini berprofesi sebagai, pekerja, ibu rumah tangga, nelayan, buruh, bahkan ada yang mahasiswa, pelajar SD, SMP dan SMA. (ale)