BUAYA muara saat terlihat di perairan Cilacap Mei lalu. ISTIMEWA
BUAYA muara saat terlihat di perairan Cilacap Mei lalu. ISTIMEWA

CILACAP, SATELITPOST-Setelah kemunculan pertama kali satu bulan silam, buaya muara yang ada di sekitar perairan Nusakambangan kembali menampakkan diri. Terhitung sudah sekitar tiga kali buaya tersebut menampakan diri dan terlihat oleh warga.

Koordinator Polisi Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Cilacap Endi Suryo mengatakan jika informasi tersebut berasal dari laporan masyarakat yang melihat buaya muara. Mulai di sekitar Segara Anakan daerah tikungan buaya, dermaga SBI, terakhir di perairan sekitar Dermaga Wijayapura yang dilaporkan pada Rabu (11/6) sekitar pukul 15.00 WIB.

“BKSDA selama ini tetap memonitor dan menunggu laporan dari masyarakat yang menjumpai keberadaan buaya. Dalam satu bulan ini  BKSDA sudah mapping lokasi perjumpaan buaya dengan warga,” katanya, Kamis (13/6).

Ada sekitar lima lokasi yang sidah dipetakan oleh BKSDA terkait dengan pertemuan warga dengan buaya muara ini. Mulai dari lokasi dekat dermaga SBI Nusakabangan, tikungan buaya Segara Anakan, daerah latihan kopasus, serta Pelabuhan Wijayakusuma. Direncanakan pekan depan, BKSDA akan melakukan patroli kembali dan pemasangan rambu waspada keberadaan buaya.

“Kami akan lakukan patroli dan pemasangan  banner atau papan petunjuk di lokasi yang ditemukan. Isinya imbauan agar masyarakat tidak mendekat  ke lokasi, karena ini merupakan lokasi yang biasa dilewati jalur buaya,” ujarnya.

Dari laporan dari masyarkaat ini, BKSDA belum mengetahui apa buaya yang dijumpai oleh warga merupakan buaya yang sama. Belum diketahui juga apakah buaya tersebut sedang mencari makan atau lainnya. Serta apa lokasi tersebut merupakan kawasan habitat buaya. Pasalnya butuh penelitian yang mendalam terkait dengan lokasi habitat baya muara tersebut.

Untuk itu, BKSDA tetap mengimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan bila berjumpa dengan buaya yang dilindungi tersebut. Selain itu lokasi perjumpaan juga dilaporkan secara jelas, agar bisa membantu BKSDA dalam memetakan lokasi buaya.

“Kami juga berharap masyarakat tidak mengganggu buaya apabila ada perjumpaan tersebut, karena biasanya satwa liar jika diganggu, maka sifat liarnya akan muncul, dan beraktivitas jangan sendirian. Kalau bisa lebih dari satu atau dua orang, agar tidak membahayakan diri sendiri dan menghindari jalur yang pernah dijumpai buaya itu sering ditemukan,” katanya.

Sementara itu, Senin lalu satu nelayan yang membawa perahu penumpang Sleko-Kampung Laut mengatakan jika pernah menjumpai buaya di sekitar wilayah yang dikenal dengan tikungan buaya. Akan tetapi waktunya sudah lama.

Kemunculan buaya muara yang menggegerkan masyarakat Cilacap sekitar awal Mei lalu. Buaya muara yang diperkirakan berukuran 3 meter tersebut muncul di sekitar dermaga SBI Nusakambangan. BKSDA bersama dengan Polair Polres Cilacap dan juga Lanal Cilacap melakukan patroli untuk mencari keberadaa buaya muara tersebut. Hasilnya nihil, malah keberadaan buaya diketahui oleh masyarakat sipil. (ale)