GUMELAR, SATELITPOST-Nahas menimpa Carsum (44) warga RT 01 RW 09 Desa Cihonje Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Dia meninggal dunia akibat tertimbun batu seberat 600 kilogram saat tengah mendulang emas, Rabu (13/9).

Informasinya, kejadian bermula ketika sekitar pukul 12.00 WIB. Carsum pergi ke Sungai Tajum di Grumbul Babakan Lor, Desa Cihonje. Dia membawa linggis, alat dulang, ember yang rencananya akan digunakan untuk mengambil (ndulang) emas.

Korban terjepit  batu yang runtuh seberat kurang lebih 600 kilogam, dari pemeriksaan korban terdapat luka lebam di bagian muka sebelah kiri, dada kiri dan kaki kiri akibat benda tumpul (batu, red).

AKP Suparman
Kapolsek Gumelar

Sekitar pukul16.00 WIB, tetangga korban, Meja (55) yang tengah mencangkul di ladang tak jauh dari tempat Carsum mendulang emas memanggil Carsum agar beristirahat serta  menawarkan rokok . Namun tidak ada jawaban, padahal sebelumnya, Meja melihat Carsum tengah mendulang emas.‎

Karena lama tidak ada jawaban, Meja kemudian menghampiri tempat korban mendulang emas. Namun ia mendapati korban dalam kondisi telungkup tak bergerak terjepit batu besar. “Saya pun berteriak meminta tolong kepada rekan saya, Darmo  (60) yang juga sedang mencangkul ladang,” kata Meja kepada petugas kepolisian. Meja dan Darmo tak bisa berbuat banyak dan mencari bantuan dengan mendatangi permukiman warga.

Tak berselang lama, warga yang mendapatkan informasi lantas mendatangi lokasi untuk mengevakuasi korban. Sayangnya, lokasi yang sulit dan alat seadanya membuat proses evakuasi berlangsung lama. Akhirnya, setelah kurang dari dua jam berusaha, batu besar yang menimpa Carsum berhasil diangkat. Namun nahas, saat dievakuasi korban sudah tidak bernapas. Selanjutnya, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka.

Kapolsek Gumelar, AKP Suparman ‎saat dikonfirmasi membenarkan tewasnya seorang warga di wilayah hukumnya tersebut. “Korban terjepit  batu yang runtuh seberat kurang lebih 600 kilogam, dari pemeriksaan korban terdapat luka lebam di bagian muka sebelah kiri, dada kiri dan kaki kiri akibat benda tumpul (batu, red),” katanya, Kamis (14/9).

Kepada Satelitpost, Kapolsek menjelaskan, kebiasaan warga sekitar memang mencoba peruntungan dengan mencari ikan atau biji emas di Sungai Tajum. Umumnya mereka mengorek -ngorek batu di sekitar sungai. Tanpa sadar kegiatan tersebut membahayakan nyawa karena batu bisa runtuh dan menimpa mereka.

“Kalau dibilang ilegal ya ilegal, karena lokasinya berada di sungai. Dulu sudah pernah ada larangan juga. Tapi masih ada saja yang mencoba peruntungan seperti itu,” kata dia. Setelah diserahkan ke pihak keluarga, jenazah korban selanjutnya dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat kemarin. (rare.mio@gmail.com)

Komentar

komentar