CILACAP, SATELITPOST-Setelah mulai beroperasi di Purwokerto, ojek berbasis aplikasi, Go-Jek juga akan masuk ke Cilacap. Hal ini ditandai dengan banyaknya iklan pendaftaran ojek yang identik dengan warna hijau ini melalui media sosial di Cilacap.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengaku saat ini belum memberikan perizinan kepada pihak ojek online yang akan beredar di Cilacap. “Belum ada izin yang masuk ke pemerintah,” ujarnya, Senin (10/7).

Apabila akan ada ojek berbasis online di Cilacap ini, maka mereka juga harus beroperasi sesuai dengan aturan yang berlaku. Jangan sampai membuat kerugian bagi masyarakat luas. “Kan negara ini punya aturan. Aturan itu dibuat bersama untuk dijalankan dan semua diperlakukan sama. (operasional Go-jek) Harus melalui aturan,” katanya.

Tidak dipungkiri, di era globalisasi saat ini, satu produknya yakni ojek berbasis online. Karena itu, masyarakat harus menikapinya. Terutama generasi muda yang harus dipersiapkan untuk siap menghadapi globalisasi yang akan semakin maju.

“Suka tidak suka. Kita sikapi, ayo kita jalani globalisasi ini, termasuk masuknya Go-Jek,  grab dan masuknya budaya, politik, kesehatan dan ekonomi,” katanya.

Diketahui, sudah ada iklan bagi mereka yang mau menjadi mitra Go-Jek di Cilacap. Mitra atau calon driver cukup SMS dengan format tertentu dan dikirim ke nomor yang tertera.  Dengan syarat dan ketentuan KTP, STNK, SIM C aktif dan SKCK berlaku. Untuk informasi pendaftaran lebih lanjut, pada iklan tersebut paa pendatar bisa mengunjungi Ballroom Favehotel Cilacap.

Namun, dari pihak Favehotel Cilacap, memastikan tidak ada konfirmasi terkait dengan penggunaan Ballroom di hotel tersebut. Selain itu saat nomor telepon yang tertera dalam iklan dipanggil, tidak mengangkat.

“Kami juga masih mencari tahu. Belum konfirmasi ke kita tapi kok sudah pasang iklan,” ujar Sales Marketing Manager Favehotel Cilacap Desta Astri Pramita Dewi, Senin (10/7) kemarin.

Pada saat Senin pagi, kata dia, juga tidak ada aktivitas ang berbeda dari biasanya. Apalagi menanyakan terkait dengan pendaftaran ojek online tersebut. “Aktivitas seperti biasa, tamu check in-check out,” katanya.

Sementara itu Wisnu, warga Cilacap mengaku sudah mengetahui informasi adanya pendaftaran ojek online tersebut melalui media sosial. Dia masih belum mengirimkan pesan singkat ke nomor yang tertera. “Tertarik sih, buat sambilan. Tapi belum kirim sms,” katanya, kemarin.

Dia mengaku, melihat ojek online tersebut beroperasi di beberapa kota terbilang baik dan membantu masyarkaat. Karena harganya yang murah. (ale_rafter@yahoo.com)