KAPOLSEK Kalibagor meninjau lokasi remaja yang meninggal karena gantung diri di kediamannya Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, Banyumas, Kamis (1/11/2018).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

KALIBAGOR, SATELITPOST-Diduga merasa kurang perhatian oleh orangtuanya anak di bawah umur NP (16), warga Desa Karangdadap, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya, Kamis (1/11/2018).

Menurut keterangan Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIk melalui Kapolsek Kalibagor, Kompol Bowo Astoto, kasus meninggalnya NP sendiri bermula sekitar pukul 08.30 WIB. Saa itu ibu tersangka mendatangi kamar NP. “Ibunya bermaksud untuk membangunkannya (tersangka, red). Namun justru melihat anaknya gantung diri,” kata dia.

Melihat anaknya gantung diri dengan seutas tali plastik warna biru di bagian blandar rumah dengan posisi menghadap ke barat. Sang ibu langsung mengundang saudaranya Istriawati (35). Mereka kemudian memutuskan tali tersebut menggunakan pisau dapur.

Kemudian oleh keduanya, tersangka ditidurkan di ranjang kamar tersangka, dan langsung menghubungi bidan desa serta perangkat desa dan petugas kepolisian. Nahas setelah dicek ternyata tersangka sudah tidak bernyawa lagi. “Setelah kami periksa juga sudah tidak bernyawa. Dari tubuhnya tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” ujarnya.

Sebelum gantung diri, tersangka juga sempat menuliskan pesan terakhirnya di secarik kertas yang ditinggalkan di kamarnya. Bahwa dirinya meminta maaf kepada semua orang dan mengakui hidupnya hanya membuat sengsara keluarganya.

“Kami belum bisa memastikan penyebab gantung diri tersebut, karena memang keluarga masih berkabung. Dugaan sementara merasa kurang perhatian oleh orangtuanya,” kata Kapolsek.(san)