Dinakerkop dan UKM Panggil KSU BCA

logo satelitpost

PURWOKERTO,SATELITPOST-Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM (Dinakerkop dan UKM) Kabupaten Banyumas memanggil pihak Koperasi Serba Usaha (KSU) Bumi Citra Artha (BCA) untuk mengklarifikasi persoalan yang tengah bergulir, Selasa (4/12).

 

“Mereka kita undang, untuk mengetahui jumlah simpanan anggota yang di KSU dan mengetahui bentuknya seperti tabungan dan pinjaman. Kita juga mempertanyakan terkait sertifikat atau agunannya,” kata Kasi Fasilitasi dan Pembiayaan Koperasi Dinakerkop dan UKM Kabupaten Banyumas, Suntoro.

 

Dalam pemanggilan tersebut, hadir manajer KSU BCA, Aang Eka. Dalam keterangannya, kata dia, Eka belum bisa merinci jumlah pinjaman yang diajukan ke Bank BRI Cabang Purbalingga yang menggunakan agunan dari anggota koperasi.

 

“Tadi manajer belum menghitung jumlah pinjaman ke BRI, sebagian aset jaminan anggota koperasi ada yang jaminkan ke BRI Purbalingga, yang mengusulkan pengurus koperasi,” katanya.

 

Menurutnya, dari hasil klarifikasi, ada dua permasalahan utama yakni terkait sertifikat yang dijadikan agunan ke bank kemudian mengenai piutang dari KSU BCA yang macet. “Dana KSU BCA ada yang diutangkan ke anggota, sampai sekarang piutangnya macet sekitar Rp 1,1 miliar. Kemudian, aset KSU yang berupa properti perumahan itu, sertifikat masih dijaminkan ke BRI Cabang Purbalingga, lewat pinjaman koperasi, Firdaus menjaminkan sertifikatnya ke BRI,” katanya.

 

Untuk menyelesaikan persoalan, kata dia, pihaknya menyampaikan, agar pengurus harus menyediakan likuiditas modal untuk mengembalikan simpanan anggota. Kemudian segera mengadakan rapat anggota untuk membahas permasalahan.

 

“Kesulitannya adalah ketika utang ke koperasi 15 juta, tetapi jika mau menutup utang ke bank yang nilainya lebih dari itu anggota tidak mau. Ini yang sulit, seharusnya dari pengurus koperasi bisa menutup hal tersebut,” katanya.

 

Ia juga menjelaskan, pinjaman yang dilakukan KSU BCA ke BRI merupakan tanpa agunan. Namun, dalam klausul Mou yang ditandatangani pengurus dalam hal ini ialah Firdaus dikatakan, segala pinjaman yang berkaitan dengan BRI guna tidak ada jaminan, cuma sebagian sertifikat punya anggota KSU BCA harus dijaminkan ke BRI.

 

Sementara itu, penasihat hukum Citra Grup Purwokerto, Joko Susanto membenarkan ada pihak dari KSU BCA yang dipanggil Dinakerkop dan UKM. Sedangkan terkait pelayanan di KSU, kata dia, kantor secara fisik tetap dibuka untuk melayani anggota. Penghentian operasional yang dimaksud ialah terkait arus keuangan baik yang masuk maupun keluar dari koperasi.

 

“Kita tetap melayani mereka yang komplain dan ada yang meminta jaminan, dan kita jelaskan. Yang berkait dengan keuangan kita hentikan sementara, untuk menjaga hak mereka dalam posisi agunan berada di BRI,” katanya.

 

Ia menjelaskan, bagi anggota yang mau menyetorkan angsuran dihentikan terlebih dulu, biar nanti pembukuannya jelas dan menghindari permasalahan baru sambil menunggu proses penyidikan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

 

Ia menambahkan, terkait dengan ditanganinya kejati tindak pidana khusus, kata dia, disebabkan karena adanya dugaan penyalahgunaan uang negara dalam hal ini ialah program pendanaan pemerintah melalui BRI.

 

“Ini kan penyaluran kredit dengan jaminan lunak, jadi biar jaksa yang membuktikan dinilai sebagai uang negara atau bukan, karena dalam prosesnya ini dianggap keliru atau inprosedural,” katanya.

Diketahui, ada dugaan pembobolan dana BRI Cabang Purbalingga dan terkait dengan Citra Grup Purwokerto, perusahaan milik Firdaus Vidhyawan. Alur kasus ini adalah ada nasabah yang meminjam uang ke KSU BCA, salah satu unit usaha Citra Grup Purwokerto. Untuk bisa mendapatkan pinjaman ke KSU BCA, maka nasabah memberikan agunan atau jaminan berupa sertifikat.

 

Kemudian, sertifikat nasabah KSU BCA itu digunakan Citra Grup Purwokerto untuk mendapatkan pinjaman uang dari BRI Cabang Purbalingga dan beberapa bank lainnya. Belakangan, Citra Grup Purwokerto kesulitan membayar utang pada beberapa bank tersebut. Utang Citra Grup Purwokerto ke sejumlah bank totalnya Rp 40 miliar. Utang terbanyak ada di BRI Cabang Purbalingga.

 

Kemudian, yang menjadi kekhawatiran dari nasabah KSU BCA adalah agunan mereka yang saat ini ternyata berada di beberapa bank, termasuk BRI Cabang Purbalingga. Padahal, sebagian nasabah KSU BCA yang sudah melunasi utangnya.

 

Saat ini, kasus dugaan pembobolan dana bank itu sedang diusut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng). Bahkan, Kamis (29/11) pihak Kejati Jateng telah melakukan penggeledahan di dua tempat, yakni KSU BCA dan Banyumas TV. KSU BCA dan Banyumas TV adalah dua di antara enam unit usaha Citra Grup Purwokerto.

 

 

Kasus pembobolan dana BRI Cabang Purbalingga ini membuat Kejati Jateng memeriksa pemilik Citra Grup, Firdaus Vidhyawan, kemudian  Direktur CV Cahaya sekaligus Manajer Koperasi BCA, Aang Eka. Kasus ini diduga menyeret oknum pihak bank. Ini karena terkait dugaan korupsi dana perbankan milik negara.

 

Citra Grup mulai bermasalah dengan perbankan dua tahun terakhir ini, di antaranya terbelit kredit macet. Selama ini sumber keuangan utama ditopang dari pinjaman bank dan menghimpun dana masyarakat.

 

Sayap usaha yang sudah berbadan hukum, ada enam jenis. Yakni  PT Bumi Citra Satria (BCS) bergerak  di bidang properti, PT BMS TV, CV Cahaya, SMK Bintra, STKIP BCB dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Bumi Citra Artha (BCA). (nns)