LASMI Indaryani (berdiri kelima dari kanan), berpoto bersama para pemain, saat penyambutan kedatangan Timnas Putri U-16 di Banjarnegara, Senin (6/8).SATELITPOST/MAULA

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Nama Lasmi Indaryani, sudah tak asing bagi masyarakat Banjarnegara. Meski terbilang pendatang baru dalam dunia sepakbola, dia berhasil mengangkat prestasi Persibara Banjarnegara.

Di bawah kepemimpinannya, prestasi Persibara melejit dalam persepakbolaan Jawa Tengah. Persibara yang semula tak diperhitungkan, tahun ini keluar sebagai runner up Liga 3 Asprov Jateng, sekaligus lolos ke babak Zona Jawa.

Perjalanan Persibara memang masih panjang, namun Lasmi bertekad membawa Persibara Banjarnegara untuk dapat meraih tiket promosi ke Liga 2. Untuk mencapai tujuan tersebut, Laskar Dipayudha harus menjalani putaran Zona Jawa dan bertarung dengan eks tim Liga 2 2017 yang mengalami degradasi pada musim 2017 lalu.

“Kami ingin Banjarnegara bangkit dan tidak lagi dipandang sebelah mata, karena kami punya potensi, dan akan akan buktikan itu. Dengan kebersamaan dan persatuan persepsi sesama insan bola di Banjarnegara, target tersebut bukan hal yang mustahil. Mari kita bersama satukan persepsi, untuk sepakbola Banjarnegara,” katanya, kemarin (7/8).

Dia memutuskan terjun mengurusi sepakbola Banjarnegara, karena dalam penilaiannya terjadi ketimpangan antara potensi dan prestasi. Belasan pemain sepakbola asal Banjarnegara, berhasil meniti karier secara perorangan masuk klub-klub profesional. Tetapi Persibara sebagai klub eks perserikatan daerah, masih saja berkutat di level amatir.

“Kami menyadari betul, banyak putra daerah yang ingin mengenakan jersey Persibara. Ternyata betul, mereka mau ‘pulang kampung’ demi membela Persibara, seperti Saptono (eks PSIS Semarang), Suchaimin (eks Persibangga), dan nama lainnya,” katanya.

Dari Atlet Silat jadi Manager Timnas U-16 Putri

Moncernya Prestasi Persibara, ternyata menarik perhatian PP PSSI. Betapa tidak, Lasmi langsung dipercaya PSSI untuk menjadi manager Timnas U 16 putri yang sedang dipersiapkan untuk menghadapi Piala AFC September mendatang.

Wanita kelahiran Banjarnegara 23 April 1983 ini, ditunjuk langsung oleh Ketua Asosiasi Sepakbola Wanita yang juga Eksekutif Komite PSSI pusat, Papat Yunisal. Penunjukan ini bukan tanpa alasan, Lasmi Indaryani dinilai mampu mengangkat sepakbola wanita di kancah internasional.

“Kami yakin Lasmi mampu, dia sudah membuktikan dengan mengangkat Persibara dan sekarang negara memanggil. Untuk itu kami mencoba menghubungi agar Ibu Lasmi, bersedia memimpin garuda muda U-16 putri,” kata Papat Yunisal.

Menurutnya, Lasmi Indaryani memiliki prestasi yang cemerlang dan bertangan dingin di bidang persepakbolaan. Sebagai manajer, dia berhasil mengantarkan Persibara Banjarnegara menduduki posisi runner-up pada Kompetisi Sepakbola Liga 3 Jawa Tengah.

Lasmi mengaku, siap untuk memimpin garuda muda. Dia menilai, kepercayaan ini merupakan panggilan untuk bangsa dan negara. “Sebagai warga negara Indonesia, tentu ini satu kehormatan bagi saya dan Banjarnegara,” katanya.

Namun siapa sangka bahwa sebenarnya, Lasmi Indaryani merupakan mantan atlet pencak silat yang sempat mengharumkan nama Banjarnegara di ajang Pekan Olahraga Pelajar saat masih duduk di bangku sekolah dasar hingga SLTA.

“Saat SMA, saya pernah mewakili eks Banyumas di kancah POPNAS,” ujarnya. ([email protected])