ANGGOTA JKTP menguji makanan yang diduga mengandung zat berbahaya di Pasar Segamas, Kamis (21/2). SATELITPOST/CR3
ANGGOTA JKTP menguji makanan yang diduga mengandung zat berbahaya di Pasar Segamas, Kamis (21/2). SATELITPOST/CR3

PURBALINGGA, SATELITPOST-Tim Jejaring Keamanan Pangan Terpadu (JKPT) Purbalingga menemukan jajanan anak jenang tape dan kerupuk ‘Air Mancur’ yang berbahaya beredar di Pasar Segamas, Kamis (21/2/2019). Kedua jajanan itu mengandung pewarna tekstil. Temuan ini menambah daftar makanan berbahaya. Sebab, Rabu (20/2) juga ditemukan makanan dan sayuran yang mengandung bahan kimia di Pasar Sinduraja, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga.

Anggota JKPT yang juga Kasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Alkes), Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Sugeng Santoso mengatakan pihaknya telah menguji beberapa sampel jenang tape dan kerupuk ‘Air Mancur’. Hasilnya dua makanan itu tersebut mengandung Rhodamin B. Diketahui, Rhodamin B adalah zat pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan kertas

“Dua makanan itu bukan produk Purbalingga. Dilihat dari label kemasan yang tertera, makanan ini berasal dari Purwokerto,” kata Sugeng Santoso, Kamis (21/2).

Atas temuan itu, JKPT akan berkoordinasi dengan tim keamanan pangan di Purwokerto untuk memeriksa tempat produksi. Penanganan dari hulu perlu dilakukan karena makanan berpewarna tekstil sulit diidentifikasi secara kasat mata. “Karena kalau tidak memakai alat apapun secara kasat mata itu gak akan terlihat harus menggunakan alat khusus sehingga nanti apabila mengandung Rhodamin B, warna merahnya menyala,” ujar Sugeng.

Dia meminta penjual mengembalikan makanan berpewarna tekstil ke produsennya. Penjual juga diminta tidak lagi mengambil bahan pangan yang sekiranya mengandung bahan kimia berbahaya tersebut. “Selagi masih bisa dikembalikan, dikembalikan saja dan harapan kami, Purbalingga bisa terbebas dari bahan berbahaya seperti ini,” katanya.

Seorang penjual, Giat mengaku sudah dua kali dilakukan uji pada makanan tersebut. Pada uji pertama beberapa tahun silam positif berpewarna tekstil, pada uji selanjutnya dinyatakan layak konsumsi.

“Dulu memang pernah dilarang untuk dijual karena mengandung pewarna tekstil tapi kemudian dicek lagi sudah aman, jadi saya jual kerupuk ini lagi tapi ternyata waktu tadi dicek lagi ternyata masih berbahaya,” katanya.

Sebelumnya, JKTP Kabupaten Purbalingga jajanan dan sayuran mengandung bahan kimia berbahaya. Masing-masing yakni snack pilus dan arumanis yang mengandung Rhodamin B serta cabai merah dan bawang putih yang berpestisida.

Jajanan anak berperwarna tekstil dan bahan pangan mengandung pestisida itu ditemukan di Pasar Sinduraja, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Rabu (20/2). “Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, makanan yang mengandung Rhodamin B bisa menyebabkan kanker di tubuh,” kata Kasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Alkes), Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Sugeng Santoso, Rabu (20/2). (cr3)