PURBALINGGA, SATELITPOST- Jaksa Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menunda eksekusi kepada terdakwa kasus korupsi, Tasdi. Rencananya, eksekusi jaksa kepada Bupati non aktif itu pada Kamis, (28/2). Nantinya, Tasdi akan dipenjarakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang.

 

“Awalnya rencana akan dieksekusi besok (hari ini, red), tapi saya dikabari ditunda,” kata kuasa hukum terdakwa, Endang Yulianti, Rabu (27/2).

 

Mengenai penundaan akan sampai kapan, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Namun, diperkirakan penundaan tidak akan sampai lama. “Ada tugas lain (jaksa KPK), mungkin pekan depan,” kata Endang.

 

Disampaikan, sejak sidang putusan pada Rabu (6/2) lalu, status hukum terdakwa sudah inkracht atau berkekuatan hukum tetap. Namun, belum dilakukan eksekusi oleh jaksa KPK. Sejak inkrah itu, jaksa memiliki waktu 14 hari untuk eksekusi. “Putusan hakim harus dieksekusi atau dilaksanakan oleh jaksa eksekutor,” ujarnya.

 

Diketahui, Bupati  Purbalingga non aktif, Tasdi divonis 7 tahun penjara. Terdakwa juga diminta membayar denda Rp 300 juta dengan subsider 4 bulan kurungan. Selain itu, Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan, pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan politik selama 3 tahun. Putusan tersebut dibacakan oleh ketua majelis hakim, Antonius Widijantono, dan Sulistiyono dan Robert Pasaribu sebagai anggota, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (6/2).

 

Selain putusan tersebut, majelis hakim juga menjatuhkan hukuman tambahan. Terdakwa Tasdi dicabut hak untuk dipilih dalam jabatan politik selama 3 tahun. Hukum itu berlaku setelah selesai menjalani pidana. Terhitung sejak menjalani pidana.

 

Dalam kasus yang menjerat Tasdi ini, ada empat orang lain yang sudah divonis bersalah di Pengadilan Tipikor Semarang. Mereka adalah  eks Kepala Unit Lelang Pengadaan (ULP) Purbalingga Hadi Iswanto, dan tiga rekanan Hamdani Kosen, Librata Nababan, dan Ardirawinata Nababan.

 

Hadi divonis 4 tahun penjara. Selain hukaman penjara Hadi juga diminta bayar denda sebesar Rp 200 juta, dan jika tidak mampu membayar maka diganti dengan kurungan satu bulan. Sementara Hamdani Kosen, Librata Nababan, dan Ardirawinata Nababan divonis 3 tahun 6 bulan penjara.

 

Selain dihukum pidana, Librata dan Ardirawinata juga diharuskan membayar denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan. Sedangkan Hamdani diharuskan membayar denda Rp 250 juta subsidair 3 bulan kurungan. Keempat orang tersebut menerima putusan hakim sehingga perkaranya pun sudah inkracht atau berkekuatan hukum tetap. (min)