KASAT Reskrim (tengah) didampingi anggota dan Kabag Humas Polres Banyumas menunjukkan barang bukti kejahatan prostitusi online saat ungkap kasus di Mapolres Banyumas, Rabu (6/2).
KASAT Reskrim (tengah) didampingi anggota dan Kabag Humas Polres Banyumas menunjukkan barang bukti kejahatan prostitusi online saat ungkap kasus di Mapolres Banyumas, Rabu (6/2).

PURWOKERTO, SATELITPOST- Belakangan ini mencuat kasus prostitusi online yang menyeret artis Vanessa Angel. Ternyata, kasus itu tak hanya terjadi di Jawa Timur. Di Purwokerto, kasus prostitusi online terkuak.

Seorang mucikari prostitusi online yang menjajakan wanitanya kepada pria hidung belang melalui media sosial twitter berhasil dibekuk oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Banyumas. Lebih dari 15 orang yang dijajakan olehnya, satu di antaranya bahkan mengenyam pendidikan Program Pendidikan Magister (S2).

Menurut keterangan Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIk melalui Kasat Reskrim Polres Banyumas, AKP Gede Yoga Sanjaya penangkapan tersangka dilakukan setelah pihak Tim Cyber Crime Polres Banyumas melakukan penelusuran di sejumlah media sosial. Hingga kemudian mendapati seorang berinisial APP (28), warga Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang menyediakan jasa perempuan pekerja seks komersial kepada laki-laki hidung belang.

Baca Juga:

Terbongkar, Praktik Prostistusi di Purwokerto, Ternyata Begini Modusnya

Pengakuan Pelanggan Prostitusi Online Purwokerto: Bukan Hanya Rp 2 Juta, Tarifnya Bervariasi 

16 Rumah di Kompleks Kampung Baru Cilacap Jadi Tempat Prostitusi

5 Fakta Baru Prostitusi Online Purwokerto, PSK Online Tak Jadi Tersangka

“Tersangka APP memublikasikan jasa tersebut di media sosial twitter berikut dengan foto-foto perempuan yang ditawarkan kepada para pemesan hingga kemudian terjadi transaksi jasa seks komersil, tarifnya Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta,” kata dia, Rabu (6/2) saat konferensi pers di Polres Banyumas.

Pada Jumat (1/2/2019) tersangka ternyata sedang bertransaksi jasa seks komersial dengan memboking kamar sebuah hotel di Jalan Kom BB Suprapto, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur. Atas informasi tersebut pihak Sat Reskrim Polres Banyumas langsung mengamankan saksi perempuan pekerja seks komersial.

“Kemudian kami melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku dan barang bukti dari mulai alat kontrasepsi, ATM, bukti pembayaran handphone, serta berbagai macam barang bukti lainnya ke kantor,” kata dia.

Dari pengakuan tersangka, lanjut Yoga, sudah bekerja di dunia prostitusi online sejak awal tahun 2018, dimana dari pengakuannya silih berganti anak buahnya mencapai 15 orang. “Yang masih aktif saat ini dari pengakuannya itu sekitar enam orang, rata-rata orang Banyumas dengan rentan usia 20-30 tahun, dan satu di antaranya mahasiswa S2 di satu universitas negeri di Purwokerto,” ujarnya.

Sekali transaksi dari pengakuan serta pengecekan rekening tersangka, tersangka mendapatkan Rp 350-500 ribu. Dimana untuk sistem transaksinya, seoran pelanggan yang memesan wanita diwajibkan untuk mengirimkan DP terlebih dahulu kepada rekening tersangka. “Oleh tersangka digunakan untuk membuka hotel, kemudian tersangka memberitahukan kepada wanitanya untuk menunggu di hotel, sehari bisa tiga kali transaksi,” kata dia.

Terkait rekruitmen wanita-wanita tersebut, APP yang sudah biasa bergaul di lingkungan prostitusi tersebut sangat mudah, dengan menawari beberapa wanita yang memang notabenenya sudah berprofesi sebagai wanita malam. “Tersangka juga katanya memanfaatkan aplikasi di handhpone, kemudian direkrut dijadikan anak buah tersangka,” ujarnya.

Sedangkan menurut tersangka APP, ketika ditanya oleh SatelitPost dirinya melakukan bisnis tersebut dengan alasan untuk mengobati orangtuanya dan membiayai kehidupannya sehari-hari. “Sebulan bisa sampai mendapat Rp 4 juta, itu untuk biaya berobat orangtua sama untuk sehari-hari saja,” kata dia.

APP mengaku dirinya merekrut wanita tersebut dengan cara mencari di aplikasi handhpone bernama me-chat, kemudian diajak olehnya dan mereka mau atas kesadaran sendiri. “Saya tidak pernah di bawah umur, pasti di atas 20 tahun. Itu mereka rata-rata juga ada yang freelance dan juga pemandu lagu,” kata dia. (sandi@satelitpost.com)