KH Supono (kanan) sedang berinteraksi dengan pasien caleg gagal di RSKJ miliknya, Selasa, (14/4/2019).SATELITPOST/AMIN
KH Supono (kanan) sedang berinteraksi dengan pasien caleg gagal di RSKJ miliknya, Selasa, (14/4/2019).SATELITPOST/AMIN

PURBALINGGA, SATELITPOST-Gagal dalam kontestasi Pemilu April lalu menjadikan pukulan berat bagi sejumlah calon anggota legislatif (caleg). Akibatnya mereka ada yang mengalami gangguan kejiwaan. Setidaknya, di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) H Mustajab, Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar telah menangani 17 orang.

Pemilik RSKJ H Mustajab, KH Supono Mustajab mengatakan, yang mengalami stres tidak hanya para caleg, tetapi juga beberapa tim suksesnya. Jumlah 17 orang yang ditangani terdiri dari 12 caleg dan 5 tim sukses. Mereka terdiri dari 9 orang perempuan dan 8 laki-laki. “Totalnya ada belasan, sekitar 17 kayaknya. Tapi sudah ada yang pulang, sekarang masih ada 8 orang. Rata-rata dirawat hanya sepekan di sini,” kata Supono, Selasa (14/5/2019).

Pasien korban kegagalan Pemilu itu, lanjut Supono, berasal dari luar provinsi. Tidak ada satu pun yang dirawat itu asal Jawa Tengah. Beberapa kota asalnya yakni Sulawesi, Gorontalo, Riau, serta Palangkaraya. Mereka kebanyakan masih berusia muda. Sehingga, diprediksi mentalitasnya yang belum cukup matang.

“Yang sampai rawat inap tidak ada yang dari Jawa Tengah, tapi kalau sekadar minta air banyak, dari Brebes misalnya. Mereka rata-rata usia 20-30 tahun. Kalau saya sebut mereka tidak stres, hanya kaget saja sehingga kejiwaannya terganggu. Kaget artinya tidak siap dengan kondisi, sudah keluar banyak uang tapi gagal atau kalah dalam pemilu,” katanya.

Di tempat Supono, pasien mendapatkan penanganan yang berbeda dari pada umumnya. Artinya, penanganan tidak sebatas dari segi medis, tapi juga pendekatan keagamaan. “Di sini ada tiga metode, secara ilmiah pakai medis, pakai dokter, kemudian secara alamiah, makanannya empat sehat lima kenyang dan pendekatan Illahiah, ikut jemaah salat, baca Alquran dan tausiah keagamaan,” kata Supono.

Fenomena caleg yang mengalami gangguan jiwa ini bukan hal yang baru. Di Pemilu 2014, fenomena ini pernah terjadi. Maka, beberapa rumah sakit di Indonesia pun telah menyiapkan diri kemungkinan adanya caleg mengalami gangguan jiwa usai Pemilu 2019.

Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya misalnya, beberapa waktu lalu sudah menyatakan kesiapannya untuk menampung calon pasien. “Lha itu, kecenderungan-kecenderungan masih sama pada tahun yang lalu, meskipun sekarang ini kondisi orang yang stres cukup banyak karena Caleg pada tahun ini,” ujar Direktur RSJ Menur, Herlin Herliana, 7 Mei lalu seperti dikutip dari suara.com.

Herlin mengemukakan, dari pengalaman Pemilu 2014 silam, ada caleg yang gagal dan mengalami depresi menjadi pasien di RSJ Menur. “Lima tahun yang lalu memang ada, tapi tidak terlalu banyak, satu dua gitu. Biasanya terjadinya enggak langsung, biasanya prosesnya agak lama gitu ya,” katanya.

RSUD Banyumas juga pernah mengungkapkan kesiapannya. Pihak RSUD Banyumas siap menampung caleg yang mengalami depresi hingga gangguan kejiwaan akibat gagal terpilih dalam Pemilu 2019. Kepala Bagian Humas RSUD Banyumas Solihin mengatakan, meski tidak ada persiapan khusus menghadapi  pemilu  mendatang, namun sebagai rumah sakit yang memiliki poli kejiwaan, pihaknya siap menampung siapapun pasien yang mengalami depresi hingga gangguan jiwa.‎

“Tidak hanya caleg, masyarakat umum pun kami siap. Terlebih, instalasi pelayanan kesehatan jiwa‎ di rumah sakit ini juga sudah mengalami peningkatan dari segi bangunan hingga ruang perawatan,” katanya, Selasa (19/2/2019). (amin@satelitpost.com)