logo satelitpost

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Warga Banjarnegara digegerkan oleh kasus dugaan penculikan yang dilakukan oleh wanita berinisial Rst warga Kecamatan Sigaluh, terhadap bocah perempuan 10 tahun berinisial A, Sabtu (6/10/2018).  Bocah tersebut adalah murid SDN 1 Parakancanggah, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dari kepolisian, kejadian tersebut bermula sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu korban berjalan melintas di depan SDN 1 Parakancanggah. Rst yang melihat korban sedang berjalan sendirian, kemudian mendekati korban dan bertanya mau pulang kemana.

Saat itu, korban menjawab mau pulang ke Kelurahan Parakancanggah Lor. Kemudian Rst menawari korban untuk ikut menemani dirinya untuk bertemu temannya di kompleks stadion, kebetulan satu jalur. Setelah itu, korban dan Rts berjalan bersama menuju stadion.

“Saat sampai di dekat stadion, tepatnya di depan rumah kosong, korban merasa takut dan menangis. Rst sempat bertanya kenapa menangis, namun korban tidak menjawab,” kata Kapolres Banjarnegara AKBP Nona Pricillia Ohei, Minggu (7/10/2018).

Dari pengakuan Rst, setelah kejadian itu, Rst mencoba membuka jilbab korban, dan memegangi jilbab tersebut. Saat itu, Rst melihat anting-anting korban pada telinga kirinya terlepas, Rst berusaha membenarkan anting-anting tersebut, namun korban lari ke rumah warga.

“Saat kejadian itu ada warga. Saat itu warga tersebut memanggil Rst sambil mengatakan culik-culik. Karena takut, Rst lari ke arah utara dan sempat terpeleset,” ujarnya.

Setelah itu, Rst kembali berjalan ke lokasi kejadian dan kembali bertemu dengan warga tadi. Rst akhirnya ditemui oleh warga lain yang merupakan kakek korban. Pelaku kemudian dibawa ke rumah orang tersebut di Parakancanggah.

Di rumah tersebut, Rst ditanya dan dikira sebagai penculik anak. Namun, Rst mengaku kalau dirinya bukan penculik. Setelah kejadian tersebut, pelaku kemudian dibawa ke Polres Banjarnegara untuk menghindari aksi massa. “Saat ini, kami masih memeriksa lebih lanjut, kami belum bisa memastikan apa penyebab dan motif dari terduga pelaku,” kata Kapolres.

Informasi dugaan penculikan ini kemudian menyebar di banyak aplikasi pesan WhatsApp (WA). Asep Kurniawan (35) warga Purwanegara, Banjanegara juga mengaku mendapatkan pesan soal kejadian yang menimpa bocah murid SDN 1 Parakancanggah itu.

Menurutnya, hal itu membuat dirinya waspada. “Saya sudah memberi masukan ke anak saya. Kalau ada orang asing ngajak pergi jangan mau. Dikasih jajan atau apapun jangan diterima,” kata bapak dua anak ini.

Di sisi lain, dia juga mengimbau pihak sekolah dan orangtua berninergi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Satu di antaranya adalah guru bisa memastikan murid dijemput oleh siapa ketika pulang dari sekolah. (oel/lil)