Ilustrasi

BANYUMAS, SATELITPOST-Kepolisian Polres Banyumas mengamankan seorang oknum guru ngaji berinisial AN (50), warga Kecamatan Cilongok, Kamis (13/6/2019). AN diamankan setelah diduga mencabuli beberapa muridnya.

Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIk membenarkan pengamanan tersebut. Dia mengatakan, terduga pelaku tengah dimintai keterangan bersama tiga orang korbannya. “Sedang kita periksa, kejadiannya itu pada saat bulan puasa kemarin, sekarang sedang diproses,” ujar dia.

Ketika ditanya kemungkinan korban lain, menurut Kapolres pihaknya belum dapat memastikan lebih lanjut. Namun, pihaknya sedang mendalami dengan melakukan pemeriksaan secara intensif. “Kasus pencabulan yang dilakukan ini tidak meninggalkan bekas secara fisik. Namun, penanganannya kita perlu pelan-pelan. Santrinya total ada 15 anak, kita dalami satu-satu apakah ada indikasi tambahan atau tidak,” kata dia.

Baca Juga: Guru Ngaji Diduga Cabuli 5 Murid

Atas pebuatannya AN diancam dengan Undang-undang perlindungan anak pasal 82, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. “Dalam penanganan kasus ini kita juga berkerjasama dengan badan pendampingan anak, karena proses penanganan anak harus secara khusus. Semoga juga pihak keluarga tidak takut untuk melaporkan,” kata dia.

Sementara itu menurut anggota Cilongok Bersatu, Tirwan yang ikut mendampingi para korbannya sempat merasa kecewa karena penanganan yang dilakukan oleh pihak kepolisian cukup lama. Laporan yang dilakukan pihaknya sebelum Lebaran kemarin belum juga ditangani setelah Lebarai usai. “Tetapi kami terima kasih sudah ditangani pada hari ini,” ujarnya.

Lebih lanjut untuk korban-korban yang sudah melaporkan ke pihak kepolisian memang baru tiga anak yakni BM, KH dan KA. Ketiganya berusia sekitar sembilan tahun. “Informasi yang kami dapat ada empat korban lainnya. Namun, belum berani melaporkan karena masih menjadi saudara orang itu (AN, red),” kata dia.

Dengan adanya penanganan tersebut, pihaknya berharap pelaku dapat diproses hukum yang berlaku serta meminta adanya pendampingan khusus untuk korban-korbannya tersebut. “Kami kasihan, ada korbannya itu yang sempat bengong terus di rumah. Kami harap ada pendampingan khusus jangan sampai mereka salah jalan,” kata dia. (shandi@satelitpost.com)