logo satelitpost

CILACAP, SATELITPOST- Peternak ayam di Kabupaten Cilacap mengeluhkan harga pakan yang terus naik, Senin (5/11/2018).  Bahkan untuk menurunkan pembengkakan modal, peternak terpaksa melakukan pengiritan dengan mengurangi kuota pakan ternak yang berimbas pada berat ternak. Hal tersebut tentu menjadi kerugian tersendiri karena bisa mengurangi keuntungan.

Seorang peternak ayam di Desa Pasuruan, Kecamatan Binangun, Sadim Sutejo mengatakan, dari sekitar 2 ribu populasi ayam dengan umur sekitar 10 hari, dalam sehari semalam bisa menghabiskan pakan sekitar 1,5 kuintal. Harga pakan sendiri yang kualitas sedang saat ini Rp 8.000 per kilogram.

“Bahan dasar pakanya dari jagung yang digiling, kemudian dicampur dengan bahan tertentu. Soal campuranya saya tidak tahu persis. Kami sendiri melakukan kemitraan dengan PT (salah satu badan usaha, red),” katanya.

Harga tersebut sudah mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp 7.800 per Kg pada bulan lalu, bahkan sebelum itu bisa lebih murah. Dia berharap harga pakan ternak bisa stabil dikisaran Rp 7.000 per Kg. Sehingga tidak terlalu memberatkan para peternak.

Kabar terkait akan ada impor jagung mencapai angka 100 ribu ton secara nasional untuk memenuhi kebutuhan pakan bagi peternakan ayam petelur kelas kecil menengah atau peternakan mandiri, juga diharapkan bisa menurunkan harga pakan yang ada saat ini.

Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan Ermawati Syahyuni melalui Kasi Perbenihan dan Produksi Tanan Pangan Dinas Pertanian Cilacap Dede mengatakan, jika dari total produksi jagung yang ada di Kabupaten Cilacap masih terhitung surplus hingga sekitar 9 ribu ton.

Berdasarkan data dari Januari hingga September 2018 di Kabupaten Cilacap luas panen mencapai 3.401 hektare dengan produksi sekitar 42.410 ton jagung. Angka tersebut sebenarnya sudah bisa memenuhi kebutuhan di Kabupaten Cilacap untuk konsumsi dengan angka 16,51 Kg per kapita per tahun, dan pakan ternak 1.956 ton. “Harga jagung saat ini tinggi, kayak kebutuhan nasional mungkin pakan kan sedang tinggi. Selama ini surplus jagung kita ke perusahaan-perusahaan pakan,” katanya.

Harga jagung saat ini dikisaran Rp 4.800 – Rp 5.000 per kilogram. Dimana harga tersebut terhitung tinggi dan cukup menguntungkan petani. Namun saat ini barang tidak begitu banyak. (and)