TRUKS boks menabrak tembok pagar sekolah di jalur Bayeman, Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (9/2).

PURBALINGGA, SATELITPOST-Jalur Bayeman di Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga terus memakan korban para pengguna jalan. Di jalur menurun dan menikung penghubung Purbalingga-Pemalang ini, rem blong marak terjadi hingga menyebabkan banyak kecelakaan.

Terbaru, kecelakaan di jalur Bayeman terjadi pada Sabtu (9/2). Sebuah truk boks nomor polisi E-8580-KS yang dikemudikan oleh Suwandi (50), mengalami kecelakaan. Truk yang datang dari arah utara, menabrak tembok pagar sekolah. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, namun kerugian materi mencapai jutaan rupiah.

Suwandi merupakan warga Blok Sumur Guling Desa Gombong RT 17 RW 4, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Dia menyampaikan, bahwa truk yang dia kemudikan, melaju dari arah Pemalang menuju Purbalingga. Awalnya, rem dalam kondisi yang baik dan tidak ada masalah. Namun, sesampainya di wilayah Tlahab, saat jalan menurun rem mendadak blong. “Karena jalan menurun dan tikungan, dan kendaraan sudah sulit dikendalikan, akhirnya menabrak tembok pagar sekolah, dan tamannya. Baru bisa berhenti,” katanya.

Begitu mendapatkan laporan peristiwa tersebut, Kapolsek Karangreja, AKP Nur Susalit, menurunkan anggotanya ke lokasi kejadian. Polisi kemudian mendata dan meminta keterangan sejumlah saksi. Selanjutnya, bersama dengan masyarakat dan bantuan alat berat, truk langsung dievakuasi.

“Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut, sopir selamat namun akibat kecelakaan bangunan Taman Kalikesing dan tembok keliling SD Negeri 1 Tlahab Lor mengalami kerusakan. Selain itu kendaraan juga mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan,” kata AKP Nur Susalit.

AKP Nu Susalit menambahkan, kasus kecelakaan tunggal tersebut selanjutnya diserahkan penanganannya ke Unit Lantas Pos Bobotsari. Sedangkan kendaraan langsung dievakuasi dan diamankan sebagai barang bukti.

Kecelakaan Sabtu (9/2) itu bukan yang pertama terjadi. Sebelumnya, telah banyak kecelakaan di jalur tengkorak tersebut. Pada 31 Januari 2019, di jalur Bayeman, truk yang bermuatan bahan cat dan multiruf bernomor polisi B-9058-KDD menyeruduk mobil Grand Max B-1131-PFM.

Truk melaju dari arah Pemalang menuju Purbalingga. Di jalan menurun itu, truk mengalami rem blong. Laju kendaraan tidak bisa diperlambat sehingga menabrak Grand Max yang ada di depannya. Belum berhenti di situ, Grand Max terdorong hingga menabrak tebing sisi jalan sampai mobil terbalik. Sementara truk terus melaju dan berhenti setelah menabrak lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan tebing jalan.

Pada 24 Desember 2018, akibat rem blong, satu unit truk Mitsubishi PS bernopol B 9239 YV nyungsep ke selokan di jalur Bayeman. Akibatnya peristiwa ini, 4 penumpang harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah tulang.

Truk yang dikemudikan Kurdianto (36) warga Tangerang Selatan itu melaju berurutan dengan truk lain dari arah utara menuju ke selatan. Sesampainya di tikungan, truk  mengalami rem blong sehingga tidak dapat dikendalikan dan menabrak bak truk yang berada di depannya. Truk kemudian oleng dan masuk kedalam selokan sebelah kanan jalan.

Pada 25 September 2018, Bus Sinar Jaya dengan nomor polisi B 7355 TGA mengalami kecelakaan di jalur Bayeman Karangreja. Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan tunggal itu. Saat itu bus sedang melaju dari utara ke selatan. Saat di jalur Bayeman, sopir kaget karena rem bermasalah sehingga tidak berfungsi maksimal. Laju bis baru terhenti setelah menabrak dinding tebing di tepi jalan tersebut.

Pada 12 Juni 2018, mobil Suzuki Ertiga dengan nomor polisi F 1294 KS terjungkir di ruas jalur Bayeman, Karangreja Purbalingga. Diduga, mobil mengalami kecelakaan karena Anto Firdaus yang mengemudikan mobil itu tidak hafal Medan. Beruntung, sopir dan tiga orang penumpang mobil tersebut selamat.

Pada 15 November 2017, kecelakaan maut terjadi di jalur Bayeman antara bus Amira nopol R 1498 EA dengan truk bermuatan pupuk kandang, nopol K 1832 DH. Akibat kerasnya benturan, sopir bus atas nama Sanmai (50) meninggal dunia. Sementara, lima penumpang lainnya mengalir luka-luka. Begitu juga dengan sopir truk yakni Sukar (52) yang selamat dari peristiwa tersebut.

Pada 5 Oktober 2017, Bus Baru Jaya yang membawa rombongan wisata, guling akibat rem blong di jalur Bayeman. Beruntung, tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut. Bus melaju dari arah utara ke selatan. Sesampainya di lokasi kejadian, yang posisi jalannya menurun, tiba-tiba rem tidak berfungsi. Bus kemudian menabrak tebing di tepi jalan dan terguling. (amin@satelitpost.com)