KETUA Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memberikan amanat kepada Peserta Jambore Kader Komunitas Juang di GOR Satria Purwokerto, Minggu (10/2).

PURWOKERTO,SATELITPOST- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri berpesan agar jangan sampai kecolongan suara untuk wilayah Jawa Tengah yang terkenal menjadi kandang banteng. Pernyataan ini juga disampaikan Puan Maharani, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat jambore komunitas juang di GOR Satria Purwokerto, Minggu (10/2).

“Pertahankan di Jawa Tengah, kita tahu, kubu sebelah itu merasa Jawa Barat dan Banten sudah dikuasai. Sehingga yang harus digempur Jawa Tengah yang dikenal susah sebagai kandang banteng. Ada orang yang mau mencuri ke rumah kita, ya jangan dibiarkan. Menjaga sesuatu itu lebih sulit daripada memenangkan,” kata Megawati.

Hal ini terlihat, kata dia, dari pemindahan posko ke wilayah Jawa Tengah, kemudian didasari atas perolehan suara pada pemilihan gubernur sebelumnya. “Ini gara-gara waktu Pilkada Gubernur yang ditaget 70 persen namun menang dengan 58 persen,” katanya di hadapan 3333 kader komunitas juang.

Menurutnya, dengan adanya komunitas juang yang sebagian besar kaum milenial ini sangat dekat dengan kemajuan teknologi informasi. Sehingga harus bisa menampik isu-isu hoaks dan menebarkan kedamaian. “Mengapa rakyat Indonesia dibodohkan dengan menebar kebencian. Kepintaran itu harus digunakan dengan sopan santun, beretika, dan berani bertanggung jawab,” katanya.

Ia menyesalkan dengan apa yang belakangan terjadi pada tahun politik ini, kondisi masyarakat dalam pemilu ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada ketakutan bagi masyarakat untuk datang ke TPS dan memilih, tidak seperti saat ini masyarakat ditebarkan isu kebencian dan takut untuk memilih.

Kepada kader komunitas juang, ia jua meminta untuk selalu bergerak bertemu dengan masyarakat secara langsung dan mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada17 April mendatang. Menurutnya, pada hari pencoblosan tersebut dimungkinkan orang akan dibenturkan dengan adanya libur panjang long weekend dan bisa saja dimanfaatkan untuk liburan, tidak mencoblos.

“Kalian harus siap untuk door to door ke rumah masyarakat untuk mengajak mereka mencoblos dan juga tidak menggadaikan hak pilihnya dengan lembaran kertas (money politics),” katanya.

Pesan ini juga ia tujukan kepada para petinggi partai baik yang sudah berada di struktural pemerintahan untuk turun ke bawah menjaga dan mengamankan daerahnya masing-masing. “Kalau penggede di sini nggak mau turun ke bawah, jengkel aku. Jadi kalau sudah jadi bupati atau gubernur hanya diam dan duduk-duduk saja, lebih baik saya pecat,” katanya.

Sementara itu, Puan Maharani mengingatkan kepada kader komunitas juang untuk memanfaatkan momen ini tidak hanya sekadar seremonial saja, tetapi sudah siap tempur di lapangan. “Jadi jangan hanya kongkow tapi semua turun ke lapangan untuk menjaga dan mengamankan wilayahnya masing-masing,” katanya.

Ia berharap, kader yang pada lima tahun lalu baru satu angkatan sekitar 400 orang dan pada angkatan ke 7 ini sudah ada 4.478 orang akan terus bertambah untuk bekerja bersama dengan gotong royong membesarkan partai.

Sedangkan Ganjar berharap, kader ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, seperti ikut berperan dalam bencana yang akhir-akhir ini banyak terjadi. Begitu juga dalam pemberantasan nyamuk untuk mencegah warga dari DBD.

Ia juga meminta, dengan banyaknya gannguan yang mulai masuk, tidak hanya hoaks tetapi juga bakar kendaraan masyarakat tanpa jelas yang terjadi belakangan ini. Dia meminta para kader untuk menggiatkan ronda keamanan di lingkungan masing-masing.

“Jangan obrak-abrik JawaTengah dengan aksi teror dan adakah yang ikhlas rumahnya diambil orang. Hari ini kita sudah siap dan dengan kekeuatan penuh, PR besar kita di 17 April nanti, PDIP harus menang mutlak di Jawa Tengah,” katanya. (nns)