SISWA di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara terpaksa menyeberangi sungai untuk berangkat sekolah karena jembatan yang biasa dilewati ambrol, Kamis (29/11).SATELITPOST/MAULA

BANJARNEGARA, SATELITPOST-Akibat diterjang banjir, Jembatan Sungai Prau Pondoh yang menghubungkan dua dusun di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara ambruk pada Rabu (28/11). Akses warga di daerah itu pun terputus.

Kejadian tersebut bermula ketika hari itu, wilayah Banjarnegara didera hujan deras. Kondisi itu menyebabkan Sungai Prau Pondoh meluap. Sekitar pukul 21.00 WIB, fondasi yang menahan jembatan sepanjang 10 meter dan lebar 3 meter ini tidak kuat menahan arus. Ada bagian jembatan itu yang patah dan terseret derasnya arus sungai.

Akses jalan warga Dusun Prau Pondoh menuju Desa Jalatunda terputus. Bahkan untuk bisa keluar dari dusun tersebut, warga harus menyeberangi sungai. Sebab tak ada lagi akses jalan menuju dusun yang dihuni oleh sekitar 100 jiwa ini.

Kepala Desa Jalatunda Satam mengatakan, sebenarnya setelah jembatan ini putus masih ada akses alternatif bagi warga, namun jaraknya sangat jauh. Jika menggunakan jalan alternatif tersebut harus memutar hingga 5 kilometer. Bagi anak sekolah, ini jelas sangat tidak efektif. “Untuk sementara, akses jalan ini ditutup, kami juga sudah melaporkan kejadian ini pada pemerintah melalui kecamatan,” katanya.

Dikatakannya, putusnya jembatan ini juga menutup akses kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. “Mau bagaimana lagi, jalan yang cepat ya menyeberang sungai, apalagi saat ini kami sedang menjalani ujian sekolah. Kalau berputar takut terlambat ke sekolah,” ujar Maya seorang siswa yang memilih menyeberang sungai untuk dapat menuju ke sekolahnya.

Selain mengganggu aktivitas warga, putusnya jembatan ini juga menyebabkan perekonomian warga Dusun Prau Pondoh lumpuh total. Sebab jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan untuk mengangkut hasil pertanian warga. (oel)