PURBALINGGA, SATELITPOST-Warsito (42), mantan Kepala Desa (Kades) Brakas, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga divonis bersalah karena melakukan jual beli jabatan perangkat desa. Warsito divonis hukuman 22 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Purbalingga yang dipimpin Bagus Trenggono, Rabu (16/1).

 

“Hasil persidangan menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 372 KUHP, dilakukan dalam bentuk menjual belikan jabatan perangkat desa, saat terdakwa menjabat kades,” kata Bagus Trenggono, Jumat (18/1).

 

Vonis yang diberikan oleh majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kerjari Purbalingga, Nurrachman Adikusumo. Jaksa menuntut terdakwa untuk  dihukum selama 2 tahun penjara.

 

Disampaikan, kasus ini berawal saat salah satu warga Desa Brakas, Kecamatan Karanganyar, Rudianto (21) ditawari Warsito. Kala itu Januari-Maret 2018, Warsito yang masih menjadi kades menawari Rudianto menjadi Kaur Pembangunan Desa Brakas.

 

Untuk menjadi Kaur Pembangunan Desa Brakas itu, korban harus menyerahkan sejumlah uang. Karena tertarik dan percaya, korban memberikan uang senilai Rp 43 juta. Jumlah itu diberikan secara bertahap. “Korban terpaksa keluar dari pekerjaannya di Jakarta dan harus menjual tanah dan motor,” ujarnya.

 

Selanjutnya, korban melengkapi berkas-berkas persyaratannya. Menurut terdakwa, ujian seleksi perangkat desa dilakukan pada Maret 2018. Namun setelah korban mengirimkan uang beberapa kali ke rekening terdakwa hingga total Rp 43 juta, tes seleksi perangkat desa yang dijanjikan, tidak pernah dilaksanakan. Korban akhirnya melaporkan perbuatan terdakwa ke polisi.

 

Kasus itu kemudian ditangani oleh Polres Purbalingga pada Agustus lalu dan akhirnya disidangkan di PN Purbalingga mulai Oktober lalu. Atas putusan majelis hakim, baik terdakwa maupun jaksa masih pikir-pikir. Mereka diberi waktu tujuh hari dari hari diputuskan perkara untuk menentukan sikap. Jika tidak, maka mereka dianggap menyetujui putusan majelis hakim dan dinyatakan inkracht atau berkekuatan hukum tetap.

 

Sebelumnya, saat proses di kepolisian, Warsito mengaku menerima uang Rp 43 juta. Uang itu untuk kepentingan pribadi. “Untuk keperluan pribadi, seperti bayar sekolah, bayar tenaga waktu saya bikin kolam,” kata Warsito. (amin@satelitpost.com)