KAPOLRES Cilacap AKBP Djoko Julianto mendengarkan pengakuan tersangka Kipa saat memberikan keterangan pada wartawan di Mapolres Cilacap, Selasa (12/2).
KAPOLRES Cilacap AKBP Djoko Julianto mendengarkan pengakuan tersangka Kipa saat memberikan keterangan pada wartawan di Mapolres Cilacap, Selasa (12/2).

CILACAP, SATELITPOST-Kipa Buana Yudha Nindita alias Ita (34) seorang karyawan Bank Swasta di Cilacap mengambil klaim polis asuransi jiwa nasabahnya berinisial RH. Tak tanggung-tanggung, Ita mengambil duit asuransi nasabahnya itu sampai Rp 750 juta.

Klaim polis ini bisa diambil oleh pelaku dengan memalsukan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pencairan polis asuransi tersebut. Dokumen yang dipalsukan adalah surat kuasa nasabah yang bersangkutan dan juga kartu keluarga.  “Dia nasabah lama, dan mau ikut asuransi, lalu saya khilaf,” kata Ita, kepada wartawan pada Pres Rilis di Mapolres Cilacap, Selasa (12/2).

Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli mobil Yaris warna putih, juga digunakan untuk keperluan sehari-hari. “Iya (beli mobil) dan diputer, agar pada saat nasabah mau mengambil, saya bisa mengembalikan sebesar apa yang ada di polis tersebut,” ujar warga Maos ini.

Baca Juga: Rp 200 Juta Melayang Karena Penipuan Berkedok Asuransi, Begini Modusnya

Kejadian berawal saat RH sebagai nasabah Ita ikut asuransi dengan bunga 20 persen. Karena percaya, nasabah tersebut mengasuransikan uangnya sebanyak Rp 1 miliar. Tempo asuransi dilakukan dalam waktu lima tahun. Namun, di tahun ketiga, RH ingin mencairkan asuransi tersebut.

Karena itu, RH curiga dan menghubungi pihak bank. Berdasarkan keterangan dari bank, jika uang sudah diambil oleh tersangka dengan membawa surat kuasa dan kartu keluarga. Padahal nasabah tersebut tidak pernah memberikan kuasa kepada Ita. Sehingga Ita dilaporkan kepada Polres Cilacap.

Tidak hanya itu, Kipa atau Ita juga melakukan aksi pemalsuan dokumen lainnya. Dengan memalsukan akta cerai dengan suaminya. Padahal, saat ini dia masih memiliki suami sah. Meskipun, kata dia, secara agama sudah tidak sah sejak tahun 2015 lalu. Akta cerai tersebut, digunakan untuk mencairkan kredit pinjaman ke perusahaan jasa keuangan (finance) sebesar Rp 120 juta. “Suami masih ada. Akta cerai ini hanya untuk simpanan saja. Cuman waktu itu untuk pencairan kredit. Karena memang dari 2015 secara agama sudah tidak bersuami,” katanya.

Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto mengatakan jika pelaku melakukan perbuatan yang merugikan sebanyak dua kali. Peristiwa ini terjadi antara tahun 2015-2018.

“Korban diketahui baru satu dan kita masih lakukan koordinasi dengan pihak bank, dan kepada warga masyarakat yang  menjadi nasabah bank tersebut. Kita akan cek jika memang ada kerugian dari pihak bank selaku pengelola, atau masyarakat yang digunakan polisnya oleh pelaku,” ujarnya didampingi Kasatreskrim Polres Cilacap AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar.

Sedangkan untuk jumlah pelaku, kata Kapolres saat ini masih satu. Pihaknya mengatakan masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Ita dijerat dengan pasal 70 jo Pasal 33 UU Nomor 40 tahun 2014 tentang Perasuransian, UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang TPPU Pidana, serta pemalsuan dokumen akta cerai pasal 263 KUHPidana. Ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun penjara.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita 1 unit kendaraan roda empat yang diduga hasil kejahatan dan beberapa rekening dan dokumen dokumen penting lainnya yang diduga dipalsukan oleh pelaku. (ale@satelitpost.com)