KEJARI Cilacap menerima pelimpahan berkas kasus pencucian uang dari Kejati Jawa Tengah, Senin (20/5). SATELITPOST/CR2

CILACAP, SATELITPOST–Kejaksaan Negeri Cilacap Senin (20/5/2019) menerima pelimpahan berkas perkara kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari Kejaksaan Tinggi Jateng senilai Rp 4,8 miliar yang dilakukan oleh terdakwa Deden Wahyudi dan kelompoknya, yakni kelompok Banjarmasin. Kasus ini mencuat setelah Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) narkotika dari kelompok Banjarmasin yang merupakan jaringan pengedar narkotika yang dikendalikan oleh narapidana bernama Cristian Jaya Kusuma alias Sancai.

 

Satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tersebut, yakni Deden Wahyudi alias Dandi Kosasih alias Raditya. Dia ditangkap saat hendak transaksi perbankan di Kantor BRI Unit Lempuyangan H. Dr. Sutomo No. 60, Baciro, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, pada Rabu (23/1/2019) silam.

 

Menurut Kajari Cilacap melalui Kasi Pidum Tomy Untung Setiyawan bahwa hal ini  merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan kasus TPPU narkotika jaringan Sancai pada tahun 2018 lalu. “Ini pengembangan kasus 2018. Kemudian muncul nama Deden yang berhasil ditangkap oleh Kepala BNNP Jawa Tengah,” katanya, Senin (20/5/2019).

 

Dari hasil penangkapan tersebut, kemudian dilakukan penggeledahan terhadap Deden di rumah kosnya daerah Bausasran, Danurejan, Yogyakarta. Dari penggeledahan ditemukan  uang tunai senilai total Rp 2.106.280.000 yang  terdiri atas uang tunai Rp 1.553.000.000, uang pecahan dolar Singapura yakni 53.000 atau sekitar Rp 553.280.000.  “Selain uang, petugas gabungan juga menyita dua unit sepeda motor, dua unit televisi, buku tabungan, dan beberapa identitas palsu dari tersangka Deden,” kata Tomy.

 

Dijelaskan pula bahwa direktorat TPPU Badan Narkotika Nasional juga menyita dari rekening yang dibuka oleh Deden di bank besar di antaranya BCA, Mandiri, dan BNI yang berisi total Rp 2,7 M. “Jadi uang yang disita berjumlah Rp 4,8 miliar lebih,” katanya.

 

Sementara dalam melakukan aksinya, Deden dikendalikan oleh Reza yang saat ini masih buron. Mereka adalah kelompok Banjarmasin yang dikendalikan oleh Cristian Jaya Kusuma alias Sancai yang saat ini masih meringkuk dalam tahanan super maksimum security (SMS) lapas Batu Nusakambangan yang telah divonis 24 tahun penjara. Bahkan kasus ini ikut menyeret Kepala Rutan Purworejo, Cahyono.

 

Sedangkan Deden Wahyudi yang asli Banjarmasin saat dimintai keterangan SatelitPost mengaku hanyalah pedagang serabutan, namun terjerumus dalam bisnis narkoba. “Saya hanya pedagang serabutan biasa mas, namun terjerumus dalam bisnis narkoba,” katanya.

 

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dianggap melanggar UU No 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dan dikenakan pasal 3 subsider pasal 4 lebih subsider pasal 5 ayat (1) lebih subsider pasal 10 jo pasal 3, pasal 4, pasal 5. (cr2)