HANIF Prasetio Aji saat menunjukan beberapa produk buatanya yang terbuat dari kulit biawak

Hanif Prasetyo Aji warga Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap membuat berbagai macam barang seperti dompet, tas, gantungan kunci, dan lain sebaginya yang bisa menghasilkan rupiah dari kulit biawak. Kreativitas ini bermula dari limbah kulit biawak yang didapat dari restoran yang belum banyak dimanfaatkan orang,

 

Dirinya memanfaatkan kulit biawak karena dari basic-nya yakni seorang lulusan Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta. Dari pendidikannya tersebut dirinya mengaku banyak belajar mengenai kulit. Berbagai macam jenis kulit seperti kambing, sapi, ular, biawak, dan lainnya sebagainya dia pelajari.

 

“Dari situ saya berpikir bahwa di Cilacap banyak kulit biawak yang belum terlalu dimanfaatkan oleh banyak orang. Waktu ujian dulu saya membuat salah satu produk olahan kulit dari biawak. Dari situ saya mulai berpikir kenapa tidak diperjualbelikan saja produknya,” kata Hanif Prasetyo Aji.

 

Setelah lulus kuliah pada tahun 2015 dirinya pernah bekerja di beberapa usaha pengolahan kulit. Dari situ berbagai ilmu baru mulai didapatkan. Akhirnya pada tahun 2016 dirinya memutuskan pulang ke kampung halaman dan memulai usaha dengan memanfaatkan kulit biawak. “Kulit biawaknya saya ambil dari daerah Sidareja, Karangpucung hingga Gombong dari pengusaha tempat makan,” katanya.

 

Harga barang yang dihasilkan dari olahan kulit biawak yang belum banyak dimanfaatkan orang di daerahnya juga cukup menjanjikan. Seperti dompet kulit biawak harga jualnya bisa mencapai Rp 140 ribu, tas tenteng Rp 600 ribu, dan lain sebagainya. “Produknya sangat awet, saya pakai tas kulit biawak sudah sekitar 3 tahun masih bagus. Untuk penjualan saya sekarang fokus di online,” katanya.

 

Berbagai event pameran juga pernah diikuti, mulai dari yang di dalam daerah hingga luar daerah. Dirinya juga bangga produk buatnya pernah dibeli oleh Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji. (andrian)