PURWOKERTO, SATELITPOST-Dari 3.500 formasi yang diusulkan, Kabupaten Banyumas dupastikan mendapat 729 formasi CPNS untuk Tahun 2018. Sebagian besar, untuk tahun ini akan dialokasikan untuk guru SD, selebihnya guru SMP, dan tenaga kesehatan.

“Dari 729 formasi ini, yang paling banyak untuk guru jenjang SD. Untuk SMP ada dua. Untuk tenaga  kesehatan, sebagian besar untuk di Puskesmas yang dibutuhkan adalah tenaga dokter,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKDD) Kabupaten Banyumas, Achmad Supartono.

Sedangkan untuk guru tingkat SMA, kata dia, kewenangannya sudah berada di tangan provinsi, jadi untuk BKDD Kabupaten Banyumas memang tidak mengajukan formasi. Ia menjelaskan untuk detail jumlah pembagian dari setiap formasi akan mulai diumumkan pada saat pembukaan pendaftaran mulai 19 September 2018.

Menurutnya, dengan jumlah tersebut, sudah terbilang banyak, karena jika berkaca dari sebelumnya dari pengajuan sebanyak lima ribu, Kabupatena Banyumas hanya memiliki 46 formasi yang disetujui pemerintah pusat.

Dalam seleksi CPNS ini, akan ada dua tahap tes yakni tes seleksi kemampuan dasar (SKD) dan seleksi kemampuan bidang (SKB) yang akan digelar pada 20 Oktober 2018. “Di Jawa Tengah akan ada enam titik tempat tes, dan Kabupaten Banyumas akan menjadi satu di antaranya yang diperuntukkan untuk dua eks Karesidenan yakni eks-Karesidenan Banyumas dan Pekalongan,” katanya.

Achmad Supartono menjelaskan, untuk SKD memiliki bobot nilai 40 persen. Sedangkan yang 60 persen untuk SKB. Mekanismenya, kata dia, dalam tahap tes SKD akan diambil tiga besar untuk satu formasi. Setelahnya, ketiga besar ini akan maju untuk tes selanjutnya yakni SKB. “Kalau CPNS memang tidak ada tes wawancara, kalau sebelumnya malah hanya SKD saja. Sekarang seleksi melaui dua tahap,” katanya.

Namun, berbeda halnya dengan yang sudah memiliki sertifikat pendidik. Kata dia, justru tidak akan melakukan tes SKB, tetapi hanya tes SKD. Sedangkan untuk CPNS tahun ini terbagi menjadi dua jenis formasi yaitu untuk kategori umum dan kategori khusus.

Untuk kategori khusus terdapat tiga syarat yaitu cumlaude maksimal lima persen dari total formasi, disabilitas, dan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks tenaga honorer K2 yang tidak lulus tahun 2013 dan memenuhi persyaratan mengikuti seleksi.

“Tenaga honorer K2 ikut testing juga hanya passing grade-nya dibedakan. Hanya boleh untuk guru dan tenaga kesehatan. Jadi kalau misal bakti K2 di Pemda dan dia ingin mendaftar ke mana nanti, boleh ikut tetapi masuk kategori umum dan yang penting ada formasinya,” katanya. ([email protected])