Jadi Penyebab Untuk Selingkuh

BANYUMAS, SATELITPOST-Pengadilan Agama (PA) Banyumas mancatat sepanjang tahun 2018 jumlah kasus perkara perceraian di Banyumas mencapai 2.047 kasus. Mirisnya, angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Satu di antara pemicu perceraian adalah media sosial yang dimanfaatkan untuk berselingkuh.

 

“Ada peningkatan sekitar 10 persen, sebab di 2017 lalu ada 1.858 kasus perkara perceraian,” kata Asrori, Humas PA Banyumas, Jumat (8/2)

 

‎Tingginya angka perceraian, lanjut Asrori, terjadi rata-rata didominasi oleh perempuan yang mengajukan cerai gugat. Tercatat, dari 2.047 kasus, cerai gugat berada di angka 1.481 sedangkan cerai talak di angka 566. “Penyebabnya kebanyakan masih dikarenakan oleh faktor ekonomi,‎ selain itu dikarenakan perselingkuhan akibat handphone, media sosial, dan faktor lingkungan,” katanya.

 

‎Adapun usia pasutri yang mengajukan perceraian rata-rata masih tergolong muda, yakni kisaran 25 hingga 35 tahun.Untuk sidang perceraian sendiri, banyak terjadi persidangan sepihak, dalam arti persidangan hanya dihadiri oleh pihak perempuan atau sebaliknya, sedangkan pasangannya tidak hadir dalam persidangan.

 

‎”Mungkin pasangan yang mengajukan cerai ini sebelum menikah tidak memahami hakikat dari pernikahan. Sekecil apapun masalahnya bisa menjadi besar dan sulit untuk dimediasi,” kata dia.

 

Sementara dari data Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banyumas, dalam kurun waktu satu tahun terakhir (2018)  telah menerima permohonan nikah sebanyak 443 pasangan dan tahun sebelumnya (2017)  sebanyak 427 pasangan.

 

“Dibandingkan tahun sebelumnya memang ada peningkatan, namun tidak signifikan. Rata-rata pertahunnya memang segitu, tak kurang dari 400 dan tak lebih dari 450,” kata Kepala KUA Kecamatan Banyumas H Muhammad Nastholih SAg MPi.

 

Fenomena perceraian yang tinggi ini juga melanda Cilacap. Di tahun 2017, disebutkan bahwa kemajuan teknologi, jika tak disikapi dengan bijak juga akan memicu perceraian. Media sosial dimanfaatkan untuk berselingkuh hingga kemudian puncakny