WAKIL Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman (tengah) terlihat mengikuti multaqo ulama, habib, pimpinan pondok pesantren dan cendekiawan Cilacap di Sentul Park Cilacap, Senin (20/5).

Segenap alim-ulama, pimpinan pondok pesantren, habaib dan cendekiawan muslim se-Kabupaten Cilacap menyampaikan maklumat, Senin (20/5). Maklumat disampaikan menyikapi kondisi bangsa menjelang penetapan hasil Pemiu 2019.

 

Cendekiawan Muslim Cilacap HM Taufiq Hidayattulloh mengatakan, Multaqo Ulama, Habib, Pimpinan Peantren dan Cendekiawan Cilacap tersebut, dilaksanakan di Sentul Park Cilacap, diikuti oleh 250 peserta. Para peserta terdiri atas ulama, habaib, pengasuh pondok pesantren dan cendekiawan se-Kabupaten Cilacap. “Dihadiri pula oleh Bupati, Wakil Bupati, Kapolres dan Perwakilan Dandim. Ada beberapa poin yang disampaikan dalam maklumat tersebut,” katanya.

 

Pertama, kepada umat Islam, khususnya di Kabupaten Cilacap untuk menjaga kesucian bulan Ramadan 1440 H dan menjadikannya sebagai wahana untuk mencapai ketakwaan yang sempurna. Selain itu, meningkatkan taqorub ilallah dan senantiasa berdoa untuk bangsa agar tetap kondusif, tenteram, aman dan damai. “Selain itu hindari segala bentuk provokasi, fitnah dan kekerasan selama dan sesudah bulan suci Ramadan,” ujarnya.

 

Kedua, kepada seluruh elemen bangsa untuk terus mempererat silaturahim antar sesama anak bangsa. Kemudian, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah basyariyah menjauhi saling fitnah, pertengkaran, perpecahan dan tindakan tercela lainnya serta saling memaafkan satu sama lain.

 

Ketiga, kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meneguhkan komitmen kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Kemudian, katanya, menaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku sebagai pengejawantahan hubungan yang konstruktif dan penuh rasa hormat kepada pemerintah yang sah (ulil amri) karena hal ini sangat jelas diajarkan di dalam agama Islam yang kita anut.

 

“Keempat, kepada seluruh eleman masyarakat untuk berkomitmen menjaga stabilitas keamanan, perdamaian dan situasi yang kondusif dengan mengedepankan persamaan sebagai umat manusia yang saling bersaudara (ukhuwah insaniyah), dan tidak mempertajam perbedaan yang bersifat kontra produktif,” katanya.

 

Kemudian kelima, kepada seluruh rakyat agar tidak terpancing untuk melakukan aksi-aksi inkonstitusional baik langsung maupun tidak langsung. “Serta menolak segala ajakan untuk melakukan upaya pemaksaan kehendak berupa people power atau makar. Karena hal itu merupakan tindakan inkonstitusional yang bertentangan dengan ajaran Islam. Hal itu dapat mengarah kepada tindakan bughot, yang pelakunya boleh diperangi secara tuntas oleh negara,” ujarnya.

 

Keenam, kepada aparat Kepolisian dan TNI untuk melakukan segala tindakan konstitusional yang diperlukan sesuai tugas dan wewenangnya, guna menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 1945 di Bumi Nusantara. “Ketujuh, kepada seluruh elemen umat Islam di Kabupaten Cilacap pada khususnya, untuk melakukan sosialisasi hasil multaqo ini di masjid-masjid, majlis taklim, pondok pesantren, dan berbagai forum acara berkelanjutan agar tercipta sinergitas antar ulama, habaib, pimpinan pondok pesantren dan cendikiawan Muslim bersama seluruh umat Islam,” ujar dia. (and)