ANGGOTA Polsek Karangreja melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tempat meninggalnya bayi berumur 7 bulan.

PURBALINGGA, SATELITPOST-Nahas. Fairel Ase bayi usia 7 bulan meninggal mengenaskan. Korban terjatuh di kolam ikan dekat rumahnya, Kamis (8/3) petang. Diduga, peristiwa tersebut akibat keteledoran keluarga. Korban merupakan anak pasangan Abdul Aziz Purnomo (37) dan Kalimah (34) warga Desa Tlahab Lor RT 1 RW 5, Kecamatan Karangreja.

Kapolsek Karangreja AKP Nur Susalit, menyampaikan pihaknya mendapatkan laporan sekitar pukul 18.30 wib. Selanjutnya, anggota Polsek setempat mendatangi lokasi kejadian. Bersama tim medis Puskesmas Bobotsari, melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan sejumlah saksi.  “Laporan masuk ke kami sekitar pukul 18.30 wib, lalu kami menurunkan anggota ke lokasi bersama tim medis Puskesmas,” katanya, Jumat (9/3).

Berdasar keterangan saksi, kata AKP Sulalit, kejadian bermula saat korban dan kedua orang tua pulang dari toko. Kemudian, orang tua melaksanakan salat Maghrib. Sementara korban ditaruh di alat bantu berjalan (baby walker) dan dititipkan kakaknya, Rinasih (15) untuk menjaganya. Namun, Rina kemudian mandi, dan lupa tidak menutup pintu dapur. “Oleh kakaknya, korban ditempatkan pada alat bantu berjalan, kemudian ditinggal mandi,” katanya.

Selesai mandi, Rina tidak mendapati adiknya di ruangan. Kemudian dicari di sekitar rumah, dan ternyata di temukan sudah di dalam kolam dekat rumah berikut baby walker. Mendapati kejadian tersebut, kakak korban kemudian berteriak minta tolong. Orangtuanya kemudian datang dan mengangkat dari kolam.

“Korban berjalan hingga ke kolam karena pintu dapur tidak ditutup. Akibatnya korban tercebur ke kolam berukuran 2×4 meter dengan kedalaman sekitar 60 cm,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Bobotsari, penyebab meninggal dunia korban dikarenakan mengalami gangguan pernapasan. Korban yang masih balita tidak bisa berenang saat tercebur kolam menyebabkan gagal napas dan meninggal dunia sebelum mendapatkan pertolongan.

“Tidak ada tanda penganiayaan atau kekerasan fisik di tubuh korban. Usai dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

Atas peristiwa itu, Kapolsek mengimbau kepada masyarakat agar tidak lengah dan selalu mengawasi aktivitas anak yang masih balita. Jangan sampai dibiarkan sendiri, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. (min)