Ilustrasi

GUMELAR, SATELITPOST-Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar kabupaten Banyumas geger setelah kabar tindakan asusila sesama jenis yang dilakukan terhadap anak di bawah umur merebak. Sejauh ini ada lima anak yang mengaku sebagai korban tindakan pencabulan. Mereka di antaranya satu siswa SMA, tiga siswa SMP dan satu siswa SD. Semua korban berjenis kelamin laki-laki.

Kepala Desa Cihonje, Sarnoto, mengatakan, kasus ini merebak setelah korban melaporkan tindakan pelaku berinisial HN, ke Polsek Gumelar, Kamis (28/12). Setelah melapor, ia mengaku dihubungi Kapolsek Gumelar agar mengantisipasi kemungkinan gejolak warga desa. “Kapolsek telepon kemarin,” kata dia.

Ia mengimbau agar warga lebih waspada. Selain itu, ia juga meminta agar warga tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum. “Untuk keluarga korban agar kondusif, karena sekarang sudah ditangani pihak kepolisian,” ujar dia.

Sementara Kepolisian Resor (Polres) Banyumas enggan berkomentar banyak. Penyidik hanya mengatakan kasus ini masih dalam proses pendalaman.

Kejadian ini menyebar cepat di media sosial. Dari kabar yang beredar di media sosial, pelaku kini masih dalam pencarian polisi. Tak hanya itu, netizen juga ada yang menulis yang dialami korban. “Cara pelaku berbuat lewat sodomi, bersetubuh sesama laki-laki, dll.” demikian tulisan dalam pesan singkat.(gan)