BANYUMAS, SATELITPOST- Pelaku pembobol 21 Kotak suara TPS Sidabowa terkesan berbelit- belit saat dimintai keterangan usai diamankan di lokasi kejadian. Keduanya mengaku membawa dokumen C1 untuk sinkronisasi data suara atas petunjuk dan instruksi dari Ketua PPK Patikraja.‎

 

” Melalui WA grup PPK, Ketua PPK  mengatakan kalau masih kesulitan dan masih ada tanda merah boleh membuka kotak suara. Jadi saya langsung kesini , tadi sempat ketemu Bu Dewi  dan Pak Sukirman dari PPK juga untuk minta ijin.” kata Trio (45) salah satu pelaku saat dimintai keterangan di sela-sela pra rekonstruksi.

 

Keterangan pelaku tersebut dibantah oleh Ketua PPK Patikraja Sismanan (43). Dia mengaku hanya memberikan himbauan melalui grup WA yang ditujukan kepada PPS agar segera mempercepat proses rekapituasi.

 

“Dimohon segera mempercepat proses rekap. Bagi yang belum harap melakukan sinkronisasi. Bagi yang belum klop harap segera diselesaikan kalau perlu silahkan membuka kotak suara ke Notog . Itu wa saya, dan dibawahnya ada kelanjutannya harus dengan ijin Kpps dan PTPS.” katanya.

Baca Juga:

Petugas PPS Patikraja Banyumas Bobol 21 Kotak Suara, Dokumen C1 Dibawa Kabur

Kasus Pembobolan Kotak Suara di Banyumas Dihentikan, Barang Bukti Dikembalikan

Usai Melahirkan, Petugas Pemilu Ini Langsung Ngurus Coblosan

 

Ia juga mengatakan tidak mengetahui ‎dasar hukum memberikan petunjuk untuk membuka kotak suara yang sudah disegel.‎

 

” Secara dasar hukumnya saya tidak tahu.” katanya saat menjawab pertanyaan dari Komisioner Bawaslu Banyumas, Yon Daryono.

 

Dalam pra rekonstruksi, pelaku yang merupakan anggota PPS Desa Sidabowa juga mengaku awalnya hendak mensikronkan tiga TPS saja. Namun karena krodit akhirnya membongkar semua kotak suara untuk diambil dokumennya.

 

‌‎Selain mengamankan dua pelaku atas nama Trio dan Edi, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti dokumen C1‎ dan lainnya, dua gunting , 2 handpone milik pelaku serta 1 unit mobil suzuki carry pick up warna silver R 1903 PS yang digunakan pelaku.(rar)‎