PURBALINGGA, SATELITPOST-Jenazah lelaki berinisial AZ, satu di antara pelaku pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) Husni Zakarsih (57) dan Zakiyah Husni (42) warga Jakarta, dimakamkan di kampung kelahirannya, Bobotsari, Jumat (15/9). Prosesi pemakaman di pemakaman umum Desa Dagan mendapatkan perjagaan ketat dari aparat kepolisian Polres Purbalingga.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya kericuhan. Sebab, sebelumnya rumor yang berkembang, warga menolak jenazah AZ dimakamkan di tempat tersebut.  “Atas persetujuan keluarga akhirnya jenazah almarhum dimakamkan di Dagan,” kata Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP T Sapto Nugroho, Jumat (15/9).

Jenazah pelaku dibawa dari RS Bhayangkara Semarang, menggunakan mobil ambulans milik Polda Jateng Kamis (14/9) malam. Sampai di Bobotsari Purbalingga sekitar pukul 07.00 WIB. Tidak berselang lama langsung dilakukan proses pemakaman. “Tidak ada masalah, semua lancar. Anggota melakukan penjagaan hanya sebagai antisipasi,” ujarnya.

Kepala Dusun V, Desa Dagan, Sukman Ibrahim, mengatakan AZ memang kelahiran Dagan, Bobotsari. Namun secara administrasi sudah menjadi warga Jakarta. Namun, setiap tahunnya masih pulang ke Bobotsari. Karena di desa tersebut masih ada kakak kandungnya.

“Dia memang sudah lama merantau. Sekitar umur 13 tahun, atau setelah dia lulus SD, merantau ke ibu kota. Diketahui juga kalau dia memang bekerja dengan Husni, Bosnya juga pernah menyumbang di  masjid sini (Dagan, red)” kata Sukman.

Terkait isu warga menolak jenazah dimakamkan di kampung halaman, Sukman menegaskan kalau itu tidak benar. Warga Bobotsari, khususnya Desa Dagan tidak mempermasalahkan. “Tidak ada masalah, warga menerima saja,” ujarnya.

Diketahui AZ merupakan satu dari tiga pelaku pembunuhan dan perampokan terhadap pasangan suami istri yang merupakan pengusaha garmen asal Pekalongan. Dua pelaku lainnya masing-masing EK dan SU. Korban merupakan mantan bos mereka.

Setelah dibunuh mayat kedua korban dibuang di Sungai Klawing di Desa Plumbungan Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, Senin (11/9) dinihari. Ketiga pelaku lalu kabur bersama mobil dan sejumlah harta milik korban. Mereka ditangkap oleh petugas Polda Metro Jaya saat berada di sebuah tempat hiburan di Kabupaten Grobogan, Rabu (13/9). Pelaku AZ tewas ditembak polisi karena berusaha melarikan diri. (amin wahyudi)