SUMARNO (23), mengukir kerajinan yang menggunakan media daun nangka kering untuk dijadikan siluet wajah manusia di kediamannya di Grumbul Srowot, Desa Kedungwuluh Kidul, Patikraja, Banyumas, Senin (14/5).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PATIKRAJA, SATELITPOST – Daun nangka mungkin bagi kebanyakan orang tidak memiliki arti. Namun di tangan Sumarno (23), daun nangka menjadi karya seni yang bernilai tinggi. Pria yang berasal dari Grumbul Srowot, RT 3/1, Desa Kedungwuluh Kidul, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas ini menyulap daun nangka menjadi karya kaligrafi dan siluet yang apik.

Sumarno berkisah ide awalnya berasal dari sebuah kerajinan daun dari Spanyol. “Waktu itu lihat di TV, si sana ada kerajinan yang dari daun. Jadi saya mencoba membuat dari daun nangka,” ujar dia. Ia kemudian mengunggah hasil kerajinannya di media sosial lewat facebook dan instagram eno_sunday. Lama kelamaan banyak yang tertarik untuk memesan hasil kerajinannya.

SUMARNO (23), mengukir kerajinan yang menggunakan media daun nangka kering untuk dijadikan siluet wajah manusia di kediamannya di Grumbul Srowot, Desa Kedungwuluh Kidul, Patikraja, Banyumas, Senin (14/5). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH
SUMARNO (23), mengukir kerajinan yang menggunakan media daun nangka
kering untuk dijadikan siluet wajah manusia di kediamannya di Grumbul
Srowot, Desa Kedungwuluh Kidul, Patikraja, Banyumas, Senin (14/5).
SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

“Pesanan pertama itu dari Banten, bentuknya siluet sepasang, untuk hadiah pernikahan,”katanya. Hingga sekarang ia masih aktif menekuni hobinya itu. Bahkan hasil karyanya sudah sampai ke Thailand dan Australia. Harga ukiran daun milik Sumarno terbilang terjangkau, mulai dari Rp 60 ribu sampai Rp 180 ribuan. Namun untuk pesanan luar negeri, ia memberikan harga yang berbeda.

Simak Video: Merajut Bulu Mata dengan Kaki, Begini Kisah Kemandirian Difabel Asal Purbalingga

Ia mengaku hobi menggambar sejak lama, dan biasa menggarap pesanan usai pulang dari tempat kerja. Sumarno saat ini masih bekerja di swalayan swasta di Kota Purwokerto. Menurutnya, pemilihan daun menjadi tantangannya dalam mengukir. Karena jika terlalu kering dan tua, makin sulit dibuat ukirannya.

SUMARNO (23), mengukir kerajinan yang menggunakan media daun nangka kering untuk dijadikan siluet wajah manusia di kediamannya di Grumbul Srowot, Desa Kedungwuluh Kidul, Patikraja, Banyumas, Senin (14/5). SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH
SUMARNO (23), mengukir kerajinan yang menggunakan media daun nangka
kering untuk dijadikan siluet wajah manusia di kediamannya di Grumbul
Srowot, Desa Kedungwuluh Kidul, Patikraja, Banyumas, Senin (14/5).
SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

Usaha sampingannya itu kini membuahkan hasil. Dalam satu bulan, Sumarno bisa meraup hingga Rp 1 juta. Untuk memenuhi kebutuhan daun nangka, ia sudah membeli khusus empat buah pohon nangka di Banyumas. “Biasanya ambil daun dari tetangga. Tapi kan, tidak mesti ada. Jadi saya beli pohon nangka di daerah Banyumas, khusus untuk memenuhi permintaan pesanan ini,” ujar dia. (anang firmansyah)