logo satelitpost

PURWOKERTO,SATELITPOST-Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM (Dinakerkop dan UKM) Kabupaten Banyumas menyesalkan adanya penghentian operasional Koperasi Serba Usaha (KSU) Bumi Citra Artha (BCA) setelah adanya temuan yang diduga pembobolan dana BRI Cabang Purbalingga.

Kepala Dinakerkop dan UKM Kabupaten Banyumas, Wisnu Hermawanto mengatakan, penghentian operasional yang diputuskan manajemen KSU BCA tidak tepat karena semestinya koperasi terus berjalan. Pasalnya, kata dia, tidak semua anggota terlibat, jadi tetap membutuhkan wadah seperti jika ada orang yang membayar angsuran atau mengambil sertifikat menjadi tidak bisa.

Menurutnya, dari pengawasan yang dilakukan pihaknya, KSU BCA yang sudah berbadan hukum sejak tahun 2015 ini masuk kategori sehat. Dasarnya, kata dia, dari laporan yang diterima dinas, segala hal yang menyangkut kegiatan perkoperasian berjalan baik seperti dalam laporan rapat anggota (RAT).

“Koperasi ini lengkap semua, tidak ada masalah, seperti adanya laporan RAT dan memiliki izin pada  2015. Dalam pelaporan, sebagai dinas kita fasilitasi untuk masalah pengawasan yang khusus koperasi seperti iuran wajib atau pokok, kalau ada urusan eksternal itu sudah di luar kewenangan. Kita tidak tahu yang menyangkut dengan bank lain,” katanya.

Baca Juga:

Agunan Belum Bisa Diambil, Nasabah KSU BCA Mulai Khawatir, Diduga Ada Pembobolan Dana di BRI Cabang Purbalingga

Bank Harusnya Punya Kebijakan Penyaluran Kredit

Lima Tahun Lagi, Mesin ATM Bakal Punah?

Dari laporan yang diterima dinas, KSU BCA yang terletak di Jalan Jatisari Sumampir ini anggotanya berjumlah 106 orang dengan aset sebanyak Rp 2.138.000.000 dan permodalan dari modal sendiri sebesar Rp 246.000.000. Sedangkan dari modal luar sebanyak Rp 1.892.000.000.

“Permasalahan yang terjadi saat ini, itu modus pengurus atau pribadi beberapa orang yang memanfaatkan keanggotaan. Jadi perlu dipisahkan, ini kan koperasi dan kita nilai baik tidak ada masalah, tetapi pengurus mengambil langkah yang tidak memenuhi dengan kerja koperasi,” katanya.

Melihat hal tersebut, kata dia, semestinya tidak ada penghentian operasional. Kecuali, lanjutnya, sudah ada rapat anggota yang memutuskan hal tersebut.

Sama halnya dengan Kabid Koperasi Dinakerkop dan UKM, Teguh Budi Ichtiar mengatakan, pelaksanaan RAT ini minimal setahun. Jadi semestinya, kata dia, melihat kondisi sat ini, KSU bisa diadakan RAT.

Menurutnya, dalam audit yang dilakukan pihaknya KSU BCA pada tahun 2016 masih dinyatakan sehat. Dari dinas tidak menemukan adanya aliran dana sampai miliaran, hanya ada utang sekitar Rp 200 juta.

Ia menjelaskan, di Kabupaten Banyumas ada sebanyak 400 koperasi yang aktif artinya yang rutin melaporkan ke dinas terkait RAT. Dari angka sebanyak itu, sebagian besar atau 80 persen di antaranya bergerak di bidang simpan pinjam sama seperti KSU BCA.

Dinakerkop memiliki empat kategori dalam melabeli kondisi koperasi yakni sehat dengan nilai 80-100, cukup sehat jika mendapat nilai 60-80, dan dalam pengawasan 40-60. Serta di tingkatan terbawah masuk kategori dalam pengawasan khusus.

Sementara itu, Seksi Pengawasan Koperasi Dinakerkop dan UKM, Kuswandi menambahkan, di tahun 2018, dari 200 koperasi yang melakukan RAT, ada sebanyak 75 koperasi yang dinyatakan tidak sehat dan 12 di antaranya masuk kategori dalam pengawasan khusus.

“Dalam setahun ini, dari audit yang kita lakukan ada 75 koperasi yang tidak sehat. Hal ini terlihat dari RAT yang mereka lakukan. Sebanyak 12 di antaranya masuk kategori dalam pengawasan khusus,” katanya.

Diketahui, ada dugaan pembobolan dana BRI Cabang Purbalingga dan terkait dengan Citra Grup Purwokerto, perusahaan milik Firdaus Vidhyawan. Alur kasus ini adalah ada nasabah yang meminjam uang ke KSU BCA, salah satu unit usaha Citra Grup Purwokerto. Untuk bisa mendapatkan pinjaman ke KSU BCA, maka nasabah memberikan agunan atau jaminan berupa sertifikat.

Kemudian, sertifikat nasabah KSU BCA itu digunakan Citra Grup Purwokerto untuk mendapatkan pinjaman uang dari BRI Cabang Purbalingga dan beberapa bank lainnya. Belakangan, Citra Grup Purwokerto kesulitan membayar utang pada beberapa bank tersebut. Utang Citra Grup Purwokerto ke sejumlah bank totalnya Rp 40 miliar. Utang terbanyak ada di BRI Cabang Purbalingga.

Kemudian, yang menjadi kekhawatiran dari nasabah KSU BCA adalah agunan mereka yang saat ini ternyata berada di beberapa bank, termasuk BRI Cabang Purbalingga. Padahal, sebagian nasabah KSU BCA yang sudah melunasi utangnya.

Saat ini, kasus dugaan pembobolan dana bank itu sedang diusut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng). Bahkan, Kamis (29/11) pihak Kejati Jateng telah melakukan penggeledahan di dua tempat, yakni KSU BCA dan Banyumas TV. KSU BCA dan Banyumas TV adalah dua di antara enam unit usaha Citra Grup Purwokerto.

Kasus pembobolan dana BRI Cabang Purbalingga ini membuat Kejati Jateng memeriksa pemilik Citra Grup, Firdaus Vidhyawan, kemudian  Direktur CV Cahaya sekaligus Manajer Koperasi BCA, Aang Eka. Kasus ini diduga menyeret oknum pihak bank. Ini karena terkait dugaan korupsi dana perbankan milik negara.

Citra Grup mulai bermasalah dengan perbankan dua tahun terakhir ini, di antaranya terbelit kredit macet. Selama ini sumber keuangan utama ditopang dari pinjaman bank dan menghimpun dana masyarakat.

Sayap usaha yang sudah berbadan hukum, ada enam jenis. Yakni  PT Bumi Citra Satria (BCS) bergerak  di bidang properti, PT BMS TV, CV Cahaya, SMK Bintra, STKIP BCB dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Bumi Citra Artha (BCA). (nns)