Tim pertamina mengukur kondisi pipa setelah dipasang clamp penutup kebocoran, Senin (7/10). Kondisi pipa normal dan dalam waktu dekat siap beroperasi kembali.

 

 

CILACAP, SATELITPOST-Pertamina bergerak cepat terus mengintensifkan penanganan dampak kebocoran Pipa CB-1 di Dusun Sidadadi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Senin (7/10). Pertamina memperkuat personel dan peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan dampak kebocoran.

 

Saat ini Pertamina memprioritaskan penanganan yang dilakukan dalam tiga aspek yaitu perbaikan pipa, penyedotan solar di area, dan recovery lahan dan tanaman terdampak. “Saat diketahui adanya kejadian di lapangan, petugas segera mematikan pompa dan menutup pipa agar dapat fokus untuk melakukan perbaikan pipa dan membersihkan sisa tumpahan minyak di sekitar area kebocoran. Langkah ini dapat segera menghentikan aliran BBM pada pipa CB (Cilacap-Bandung)-1 yang pada saat itu sedang menyalurkan BBM jenis solar dari Terminal BBM Lomanis ke TBBM Tasikmalaya dan TBBM Bandung Group ,” ujar Arya Yusa Dwicandra selaku Senior Supervisor Communication & Relations MOR IV melalui rilis yang diterima SatelitPost, Selasa (8/10).

 

Pertamina telah menggerakan 200 personel selama 24 jam untuk membersihkan dampak kebocoran dengan menurunkan vacuum truk, fire jeep, fire truck, mobil tangki. “Kami juga bekerjasama dengan pemadam kebakaran, Polres, Dinas Lingkungan Hidup Cilacap, dan kepala dusun setempat,” ujarnya.

 

Arya Yusa juga menambahkan bahwa saat ini progres penyedotan minyak tumpahan sudah dalam tahap akhir. Pertamina bersama Tim Hutama Karya akan melakukan pelokalisiran sisa-sisa tumpahan minyak di satu titik.

 

Mengenai penyebab kebocoran, menurut Arya Yusa, saat ini masih dalam proses penyelidikan. Pertamina telah berkoordinasi dengan Kepolisian Cilacap dan Dinas Lingkungan Kabupaten Cilacap terkait insiden ini.  “Koordinasi perlu ini untuk kepentingan penyelidikan dan pendataan area dan warga yang terdampak,” katanya.

 

Seperti diketahui, pipa yang berisi saluran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar milik PT Pertamina bocor, Minggu (6/10) pukul 23.40 WIB di Wanareja. Pipa tersebut menyalurkan BBM jenis solar dari Terminal BBM Lomanis ke Terminal BBM Tasikmalaya dan Terminal BBM Ujungberung.

 

Kepala Desa Tarisi Jasimin mengatakan, kebocoran diketahui warga di RT 06 RW 07 Dusun Sidadadi, Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Kemudian, warga melaporkan kejadian itu ke perangkat desa setempat. (ale)