PURBALINGGA, SATELITPOST-Berbeda dengan harga cabai yang tengah anjlok, petani jagung kini tengah menikmati harga bagus di pasaran. Pada musim tanam I tahun ini, harga  dari petani berkisar Rp 4.500-Rp 5.500 per kilogram jagung pipilan kering.

 

“Sebelumnya, di tahun 2018 harga terendah mencapi Rp 3.200 per kilogram, sekarang naik lebih dari seribu rupiah. Kenaikan harga itu tentu merupakan kabar bahagia bagi petani,” kata Kasi Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Purbalingga, Hafidhah khusniyati, Selasa (26/2).

 

Hafidhah menambahkan, Purbalingga saat ini diambang pintu panen raya. Prediksi luas panen jagung pada Februari dan Maret 2019 diperkirakan masing-masing sebesar 1098 hektare dan 1418 hektare.

 

Karena itu, jika keran impor dibuka kemungkinan akan berisiko pada anjloknya harga jagung. Untuk Purbalingga sendiri berdasarkan perhitungan kasar, produksi jagung melebihi kebutuhan. Kebanyakan, hasil panen jagung dipasok untuk industri pakan ternak.

 

“Tahun 2018, luas panen sebesar 6.858 hektare dengan besaran panen mencapai 39.672,8 ton jagung. Kalau kita hitung secara kasar kebutuhan jagung dengan jumlah ternak yang ada kebutuhan sekitar 20.000 ton saja,” ujarnya.

 

Berbeda dengan beras, pengolahan pasca panen jagung tergolong mudah dan murah. Jagung hanya dijemur untuk mengurangi kadar air kemudian dipipil dengan mesin pemipil jagung (corn sheller).

 

“Produk jagung dari petani sudah siap pakai karena itu daya saing lebih bagus. Disamping itu, Dinpertan sudah menyalurkan bantuan 57 mesin corn sheller yang membantu memangkas biaya paska panen bagi petani,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Gapoktan Multijaya Desa Beji, Kecamatan Bojongsari, Kaswari sedang menikmati harga bagus dengan panen melimpah. Pada 13 Januari lalu, panen jagung pada lahan 1 hektarnya menghasilkan 11,2 ton jagung.

 

Sedangkan Sarijan dari Kelompok Tani Karya Utama 1 Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara panen untuk lahan seluas 4 hektare. Produktivitasnya mencapai 6 ton per hektare.

 

Alhamdulillah harga jual kemarin sebesar Rp 4.800, kami harap pemerintah tidak impor jagung dan terus menyalurkan bantuan untuk petani agar panen bagus dan melimpah,” katanya. (cr3)