WAKIL Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (tengah) saat berkunjung ke rumah Khuzaimah yang mengalami patah tulang karena terpeleset di trotoar kawasan Kota Purbalingga, Rabu (6/12).SATELITPOST/AMIN WAHYUDI

“Saya neteli sendiri itu. Karena banyak yang kepleset. Terutama pengendara sepeda motor yang mau parkir.

Warga Purbalingga

PURBALINGGA, SATELITPOST-Polemik trotoar keramik tapi licin di Kota Perwira Purbalingga terus berlanjut. Setelah ada seorang ibu pejalan kaki yang terpeleset hingga mengalami patah tulang di bagian tangan, kini giliran seorang warga yang blak-blakan mengaku neteli (membongkar, red) trotoar di Jalan MT Haryono itu.

Seorang warga yang tak mau disebutkan identitasnya, mengakui jika dirinya secara sadar melakukan pembongkaran beberapa tegel keramik trotoar. Kata pria paruh baya tersebut, dia sekadar melakukan apa yang diperintahkan seseorang. “Saya neteli sendiri itu. Karena banyak yang kepleset. Terutama pengendara sepeda motor yang mau parkir,” ujarnya.

Ketika ditanya, apa tak takut dengan pemerintah. Dia langsung menjawab jika hal itu atas perintah seseorang. Namun dirinya enggan menjelaskan secara detil siapa yang memintanya. “Lha ya nggak takut. Aman pokoke,” ujar dia.

Baca Juga: Trotoar Keramik Purbalingga, Akan Dilakukan Pembenahan

Dari hasil pengamatan SatelitPost, ada beberapa tegel keramik yang dibongkar. Tak hanya itu, atas inisiatif sendiri permukaan lain yang masih berkeramik ditutupi dengan potongan ban bekas.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi berkunjung ke rumah Khuzaimah (44) (sebelumnya tertulis Muzaimah, red) di Desa Sambeng Wetan, RT 6 RW 2 Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Seperti diberitakan SatelitPost, Rabu (6/12), Khuzaimah adalah korban trotoar keramik yang mengalami patah tulang bagian tangan.

Baca Juga : Trotoar Keramik Purbalingga Bikin Patah Tulang, Warga Kembali Jadi Korban

Kehadiran wakil bupati sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap korban. Pada kesempatan itu, selain memberikan bantuan wabup juga meminta maaf atas peristiwa yang mengakibatkan korban mengalami patah tulang.

Wabup Tiwi menyampaikan, meskipun korban bukan warga Purbalingga, namun peristiwa yang dialami terjadi di kawasan Purbalingga. Terlebih, korban terpeleset di trotoar yang sedang mendapatkan sorotan publik. Karena kondisi yang dinilai licik dan membahayakan.

“Ibu Khuzaimah ini merupakan satu korban, yang terpeleset di trotoar kawasan Kota Purbalingga. Alhamdulillah saya bisa berteman, tentunya kami turut prihatin atas peristiwa yang dialami, dan kedua tentunya minta maaf,” kata Tiwi.

Tiwi mengaku, dia langsung memiliki niat berkunjung ketika mendengar informasi peristiwa tersebut. Pasalnya insiden yang dialami Khuzaimah cukup ramai diperbincangkan. Selain itu, mengenai kondisi trotoar yang licin, memang menjadi sorotan publik beberapa pekan ini.

baca Juga : Polemik Trotoar Keramik Purbalingga, Dari Coretan Awas Lunyu sampai Pasang Karet Ban

“Saya mendapat informasi dari media, termasuk media sosial, cukup ramai dan beberapa juga mengirim pesan whatsapp ke saya, karena kami prihatin dan ini bentuk kepedulian kami jadi saya bersama Dinkes datang ke rumah Bu Khuzaimah,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, selain meminta maaf, Tiwi juga memberikan bantuan kepada korban. Terkait¬† kondisi tangan korban yang mengalami patah tulang, Tiwi menyampaikan agar korban berkenan untuk diobati sesuai kebutuhan. Pihaknya menanggung sepenuhnya biaya perawatan tersebut.¬† “Mengenai pengobatan kami tanggung sepenuhnya, ini satu di antara bentuk tanggung jawab kami, karena Bu Khuzaimah merupakan korban yang terpeleset di trotoar Purbalingga, ” ujarnya. (aminbellet@gmail.com/kholil_rokhman@yahoo.com)

 

Komentar

komentar