PPDB SMA/SMK Tutup Lebih Cepat 4 Jam

PETUGAS melayani pencabutan berkas milik siswa yang mendaftar di SMKN 1 Purwokerto, Jumat (6/7/2018).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH
PETUGAS melayani pencabutan berkas milik siswa yang mendaftar di SMKN 1 Purwokerto, Jumat (6/7/2018).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST- Sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK Negeri tahun 2018 tutup empat jam lebih cepat. Hal tersebut diungkapkan Kasi SMK Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah V Banyumas, Kustrisaptono.

 

Ia mengatakan seharusnya sistem PPDB SMA/SMK Negeri ditutup Jumat (6/7) pukul 15.00 WIB. Namun, pada Jumat (6/7) pukul 11.00 WIB sistem sudah ditutup oleh pusat. “Sistem sudah ditutup pukul 11.00 WIB, tidak tahu kenapa karena kita hanya mengikuti, sistem langsung dari provinsi. Seharusnya ‎ditutup pukul 15.00 WIB,” kata dia, Jumat (6/7).

 

‎Sementara untuk siswa yang belum sempat mendaftar di sekolah lain, ia mengatakan masih ada sekolah swasta yang kualitasnya tidak berbeda dengan sekolah negeri. Bagi pendaftar, pengumuman hasil PPDB kata dia bisa dilihat 11 Juli 2018 mendatang. “Untuk gelombang 2 kemungkinan tidak ada,” katanya.

 

Di akhir pendaftaran, ‎Kustri bersyukur, sebab respons positif masyarakat sudah terlihat. Sudah banyak masyarakat yang memiliki integritas yang tinggi. Terbukti dengan ada beberapa pendaftar yang mencabut berkasnya karena SKTM yang tidak valid.

 

“Pendaftar yang tidak miskin tapi mengurus SKTM, dan sudah mencabut berkasnya berarti mereka menyadari tidak sepantasnya mengurus itu. Tapi, mungkin saja masih ada yang belum menyadari,” katanya.

 

Padahal, sistem tersebut cukup baik, memunculkam visi pemerintah memberikan layanan pendidikan bagi keluarga miskin.‎ Tidak lupa, ke depan sistem tersebut akan terus dievaluasi.

 

Di Kabupaten Banyumas, sudah ada beberapa orangtua yang mencabut berkasnya. Kasi SMA/SLB BP2MK Wilayah V Banyumas, Yuniarso K Adi mengatakan data terbaru memang belum tercatat karena pihaknya sudah tidak bisa mengakses setelah sistem ditutup.

Namun, di beberapa sekolah seperti di SMAN 2 Purwokerto sudah lebih dari 16 pendaftar yang mencabut berkas. “Di SMAN 5 Purwokerto juga sudah ada 50 pendaftar yang mencabut berkas, di SMAN Wangon ada satu pendaftar yang mencabut berkas,” katanya. (alf)