Program Bekerja di Purbalingga Terancam Gagal

Banyak Ayam yang Mati

SAHROJI, warga Candinata satu di antara penerima bantuan ayam dari program Bekerja, Selasa (6/11/2018). SATELITPOST/AMIN.

PURBALINGGA, SATELITPOST-Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) di Kabupaten Purbalingga terancam gagal. Pasalnya, belum juga sampai tumbuh dewasa, ribuan ayam dari bantuan kementerian banyak yang mati. Jumlah 50 ekor yang diterima, rata-rata saat ini  hanya tinggal belasan saja.

Seperti dialami oleh Sahroji, satu penerima bantuan ayam dari Program Bekerja di Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Purbalingga. Dia menyampaikan, tidak sampai satu pekan setelah menerima bantuan, ayam sudah mulai mati. Dia sendiri tidak tau pasti apa penyebab kematian ayam tersebut. “Sekarang paling tinggal empat belas, tidak sampai seminggu ayam sudah ada yang mati,” katanya, Selasa (6/11/2018).

Disampaikan, dia dan warga Candinata lainnya menerima ayam bantuan kementerian masih dalam bentuk itik. Waktu itu, pembagian dilakukan di lapangan desa setempat. Para penerima membawa ayam dari lapangan sampai rumah menggunakan karung.

“Kalau dari sana ada keranjangnya, tapi dipinjam untuk membawa ke rumah tidak boleh, jadi banyak yang menggunakan karung, mungkin ini menjadi salah satu penyebabnya,” ujarnya.

Selain itu, kondisi yang masih terbilang kecil, menjadikan daya tahan tubuh masih sangat lemah. Selain itu, ditambah selama perjalanan juga bisa menyebabkan kondisi ayam stres. Sementara, kondisi kandang tidak terlalu mendukung karena tanpa ada konsep yang matang seperti para peternak. “Nah kandangnya kan kandang biasa, mungkin kurang hangat,” katanya.

Warga Candinata lainnya, Nawiaji juga mengalami hal serupa. Jumlah awal 50 ekor itik, sampai sekarang tersisa 13 ekor saja. Itik mulai matik sejak sepekan pertama setelah pemberian. Meskipun masalah pakan sudah sesuai apa yang diberikan. “Ya sama, paling tinggal 13 ekor, disini (Candinata, red) rata-rata ya pada mati, paling tinggal belasan saja,” ujarnya.

Meskipun ini merupakan program dari kementerian, namun setelah pembagian, dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dinpertan) kabupaten yang melakukan pendampingan. Namun, sejak menerima bantuan ayam tersebut, warga tidak pernah mendapati ada pendampingan dari intasi terkait. “Kayaknya belum pernah ada yang datang ke rumah,” ujar Nawiaji.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinpertan Purbalingga Lily Purwati membenarkan akan kondisi tersebut. Ada laporan bahwa ayam bantuan yang diterima warga banyak yang mati. Hal tersebut tentunya akan ditindaklanjuti dan dilakukan evaluasi, demi keberhasilan program pengentasan kemiskinan.

“Iya, ternyata waktu itu banyak yang membawa dari titik pembagian ke rumah dimasukkan ke kantong. Lalu kami akan evaluasi, untuk diusahakan bisa dipinjami keranjangnya untuk membawa sampai rumah, sehingga lebih aman,” kata Lily.

Selain itu, diakui juga bahwa untuk kondisi kandangnya memang belum siap. Waktu itu, dana bantuan untuk membuat kandang pencairannya terlambat. Sehingga, ketika ayam sudah sampai pada pemerima, kandang masih ala kadarnya. “Masing-masing menerima Rp 500 ribu untuk pembuatan kandang, waktu itu kadangnya agak terlambat, karena pencairan itu kan melalui perbangkan,” ujarnya.

Diketahui, bantuan ayam di Kabupaten Purbalingga dibagikan kepada 8806 rumah tangga miskin (RTM). Masing-masing RTM menerima 50 ekor ayam. Bantuan dilakukan di 63 desa di empat kecamatan. Program Bekerja ini diharapkan bisa mengentaskan kemiskinan masyarakat. Sebab, dari modal 50  ekor ayam, nantinya penerima bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari jual telur. (min)