CILACAP, SATELITPOST-Hujan deras dengan intensitas lama menyebabkan saluran irigasi pertanian di Dusun Sukajaya RT 1 RW 4 Desa Bolang, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap tertutup tanah akibat  longsor, Senin (3/12).

 

Lokasi longsor merupakan lahan perkebunan milik warga setempat. Longsoran menimpa saluran air irigasi  pertanian sepanjang 50 meter. Menurut  Karsono warga setempat, longsor terjadi sekitar pukul 18.45 WIB. Suara longsoran  hingga terdengar ke rumahnya dalam keadaan hujan deras. Kemudian dia  mendatangi lokasi dan melihat longsor cukup parah. Selain menutup aliran irigasi Cinongkob, sekitar 100 pohon albasia tumbang terseret longsoran selebar  dari tebing setinggi 200 meter.

 

Diduga karena derasnya air hujan dan  terjangan  longsor yang sangat kuat mengakibatkan tembok irigasi jebol hingga menutup saluran air tersebut. “Longsoran pertama menutup aliran irigasi hingga air meluap dan mengakibatkan aliran air. Longsoran bertambah besar hingga menyeret ratusan pohon di sekitarnya,” kata Karsono.

 

Menurut  Kepala Desa Bolang H. Imam Hidayat  saat dikonfirmasi mengatakan, longsor yang menutupi saluran irigasi mengakibatkan kondisi pesawahan yang cukup luas di bawah lokasi mengalami kekeringan. Sebab tidak bisa dialiri air yang bersumber dari saluran irigasi tersebut. Padahal saat ini adalah musim bajak persiapan tanam.

Untuk itu pihaknya bersama warga setempat akan segera mengadakan kerja bakti mengangkat material longsoran dan memperbaiki saluran irigasi yang rusak akibat terjangan longsor.

 

“Kami bersama forkompimca tadi sudah melakukan pengecekan pendataan kenlokasi bencana. Kerugian ditaksir sekitar Rp 25 juta dan lahan seluas setengah hektare yang siap tanam menjadi kering,” katanya. Pihaknya juga sudah melaporkan kejadian bencana dan pengajuan permohonan bantuan kepada BPBD Kabupaten Cilacap.

 

Sementara, di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, jalan yang menghubungkan Desa Melung dan Desa Kutaliman tertimbun tanah longsor. Hal tersebut terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, Selasa (4/12).

 

Menurut keterangan Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo, kejadian longsornya tanah tersebut pada Selasa (4/12) sore setelah hujan terus mengguyur wilayah tersebut. “Karena hujan yang mengguyur tebing-tebing di pinggir jalan tersebut longsor dan menutupi jalan penghubung dua desa tersebut,” kata dia.

 

Kondisi wilayah jalan tersebut memang diapit oleh tebing-tebing tanah yang tidak disemen. Sehingga ketika terjadi hujan tanahnya mengalami longsor. Namun, tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut. Karena saat kejadian tidak ada warga yang melintas.

 

Sementara itu menurut Koordinator Tagana Banyumas, Adi Candra, mendapati informasi tersebut relawan langsung menuju ke lokasi dan membersihkan puing-puing bekas longsoran. “Memang sempat tidak bisa dilalui. Namun sekarang sudah bisa dilalui lagi, setelah dibersihkan oleh relawan yang ada di situ,” ujarnya.

 

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati, karena cuaca yang masih hujan dan bencana alam yang sulit untuk diprediksi. “Sebaiknya jika memang hujan dan melintasi wilayah tersebut lebih waspada lagi. Karena kejadian seperti itu tidak dapat diprediksi,” katanya. (lim/san)