PURBALINGGA, SATELITPOST-Warga Desa Arenan, Kecamatan Kaligondang, menunggu keseriusan pemerintah daerah terkait pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah yang direncanakan dibangun di desa mereka.

Slamet, warga Arenan RT 2 RW 3 mengatakan, meski secara umum mendukung rencana tersebut, dia menuntut transparansi dan keseriusan pemerintah.

“Bagaimana membangun kesamaan persepsi kalau sosialisasi pemerintah mung sewayah-wayah. Jangan salahkan kalau warga juga sulit mau membuka diri”

Slamet
Warga Desa Arenan

Sejauh ini kata dia, pemerintah daerah kurang aktif melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat setempat.

“Bagaimana membangun kesamaan persepsi kalau sosialisasi pemerintah mung sewayah-wayah. Jangan salahkan kalau warga juga sulit mau membuka diri,” ujarnya, Kamis (14/9).

Sementara Khopyati, warga lainnya mengaku, memilih mengalir saja. Dia menyerahkan keputusan bersama warga Desa Arenan, terkait sikap menerima atau menolak rencana pembangunan TPA sampah tersebut.

Siki amleng, tapi sejauh ini mayoritas warga tetap menolak. Kami tidak mau Arenan jadi ‘Bantar Gebangnya’ Purbalingga,” katanya.

Warga yang kontra khawatir Desa Arenan bakal tercemar dengan polusi dan dekat dengan banyak penyakit.

Mbok mambu lan dadi penyakit. Kalau mengijinkan pembangunan dengan menjual tanah, mengko nampa duite iya nampa alane juga iya,” ujarnya.

Esti Dwi Hartanti, Kepala Desa Arenan memilih netral menanggapi pro-kontra rencana pembangunan TPA sampah di desanya.

“Kami hanya memfasilitasi dan memberikan bantuan semampunya,” katanya.

Diakuinya, tanggapan warganya sangat beragam. Selain ada yang pro, ada juga yang menentang, netral, memilih diam, bingung, dan ada juga yang setuju dengan syarat. Menghadapi situasi tersebut, Esti mengaku dalam posisi yang dilematis.

Pada satu sisi, sebagai perangkat desa dia berkewajiban mendukung program pemerintah daerah. Tetapi di sisi lainnya, dia juga harus mampu mendengar dan menjembatani keluhan warga desanya.

“Ibaratnya maju kena, mundur pun kena. Kami minta difasilitasi, pemdes hanya melaksanakan tugas dari pemerintah. Tapi kalau harus memilih, jelas kami mendahulukan yang bisa mensejahterakan masyarakat,” kata Esti.

Seperti diketahui, pemerintah daerah berencana membangun TPA pengganti TPA Banjaran yang dinilai sudah tidak layak menampung sampah warga Purbalingga. TPA itu nantinya bakal dibangun dengan sistem ramah lingkungan, di mana sampah akan ditutup dengan tanah dan dipadatkan untuk kemudian dilapisi geomembran dan geotekstil. Sehingga, TPA itu tidak mengeluarkan polusi udara maupun pencemaran lingkungan. (cr)